Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Cue Lak Sungai Pakning : Dentum Gendang, Trance Dewa, dan Harmoni di Ambang Ramadan
Minggu, 22-02-2026 - 13:35:38 WIB | Alfis
Salah satu ritual dalam rangkaian peringatan pawai hari ke-6 Imlek 2577 yang dilaksanakan setiap tahunnya di kota Sungai Pakning dan juga memperingati hari Ultah Dewa Dong Cui Co She Kong.
TERKAIT:
   
 

Sungai Pakning,Riauline.com - Ribuan warga Tionghoa tumpah ruah memadati jalanan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Minggu (22/2/2026). Mereka mengikuti pawai Cue Lak pada hari ke-6 Imlek 2577 yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Ching Cui Choo She Kong, sebuah tradisi sakral yang diwariskan lintas generasi.


Sejak pagi, suasana di Desa Sungai Selari sudah dipenuhi nuansa ritual. Pawai dimulai dari Kelenteng Hock Hian Kiong, pusat spiritual masyarakat Tionghoa setempat, lalu bergerak menyusuri jalan menuju Kota Sungai Pakning.


Sebelum arak-arakan dilepas, ritual pembuka dilaksanakan di halaman kelenteng. Dentuman gendang dan irama musik tradisional dimainkan oleh anak-anak Tionghoa, mengiringi prosesi sakral yang menyedot perhatian ratusan pasang mata.


Satu per satu peserta mengalami trance atau dirasuki roh dewa. Dalam kondisi tersebut, mereka melakukan atraksi ekstrem seperti menusuk mulut dengan besi berbagai ukuran dan memukulkan pedang ke tubuh. Ajaibnya, tak satu pun bekas luka terlihat, memperkuat keyakinan akan perlindungan spiritual dalam ritual ini.


Usai ritual pembuka, pawai Cue Lak bergerak menuju Kota Pakning. Sepanjang perjalanan, suara petasan bersahut-sahutan, menjadi penanda sukacita sekaligus simbol pengusir energi negatif, tradisi yang tak pernah absen dalam perayaan ini.


Arak-arakan semakin semarak dengan kibaran berbagai bendera dan kehadiran peserta yang masih berada dalam kondisi trance. Mereka berjalan mengikuti irama gendang, menciptakan suasana magis yang memikat warga tempatan yang berjejer di sisi jalan.


Tak hanya itu, tandu atau Kiu yang diusung empat orang juga menjadi pusat perhatian. Di dalamnya terdapat patung dewa yang dipercaya menyertai perjalanan pawai, memberikan berkah dan perlindungan bagi seluruh peserta.
Setibanya di Jalan Sudirman, tepatnya di depan Wisma Wisata Kota Pakning, rombongan berhenti untuk melaksanakan ritual sembahyang. Prosesi ini dipimpin oleh seorang Tangkie, pemimpin spiritual yang menjadi perantara antara dewa dan umat.


Momen tersebut dimanfaatkan sebagian masyarakat Tionghoa untuk memanjatkan doa dan harapan. Dengan memegang dupa sebagai simbol permohonan, mereka berharap kesehatan, keselamatan, dan rezeki di tahun kuda.


Atraksi kembali dipertontonkan, termasuk permainan Kiu yang digoyangkan ke kiri dan kanan secara ritmis oleh para pengusungnya. Gerakan ini dipercaya sebagai bentuk hiburan bagi dewa sekaligus penyalur energi spiritual.


Setelah seluruh rangkaian ritual di pusat kota selesai, pawai Cue Lak kembali bergerak menuju Kelenteng Hock Hian Kiong. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan religius, tetapi juga tontonan budaya yang memperkaya keberagaman Sungai Pakning.


Ketua Kelenteng Hock Hian Kiong, Setya Prabowo, yang akrab disapa Apau, menegaskan bahwa Cue Lak selalu dirayakan setiap tahun. Ia menambahkan, meski tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, semangat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama tetap menjadi nilai utama dalam setiap langkah arak-arakan.


"Perayaan tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan kami tetap saling menjaga dan menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa," ujarnya.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Cue Lak Sungai Pakning : Dentum Gendang, Trance Dewa, dan Harmoni di Ambang Ramadan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Gebyar PBB-P2 Desa Api-Api: Bayar Pajak Dapat Hadiah, Warga Antusias Dukung Pembangunan Daerah
    02 Pertalite Eceran Kian Mahal di Bengkalis, Pengecer Mengaku Terjepit Biaya Tambahan
    03 Pertalite Bersubsidi dalam Sorotan, Dugaan Perlakuan Berbeda di Bengkalis
    04 Dari Pajak untuk Pembangunan: Desa Api-Api Gencarkan Kesadaran Warga Bayar PBB-P2
    05 Hasil Join Operation : Lapas Bengkalis Bersama Polri Ungkap Peredaran Narkoba di Bengkalis
    06 Pengiriman 10 Kg Sabu ke Pangkalan Kerinci Digagalkan Bareskrim Polri
    07 Jembatan Harapan di Ujung Negeri, Merah Putih Presisi Hubungkan Mimpi Warga Ketam Putih
    08 Panen Harapan dari Pesisir Muntai Barat, TNI AL dan Petani Buktikan Lahan Tidur Menjadi Sumber Pangan
    09 Polemik KTA PWI Bengkalis Memanas, Dahari: “Ini Seperti Maling Teriak Maling”
    10 Jaga Siak Kecil Tetap Bersih, Nicky Ajak Warga Disiplin Kelola Sampah
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com