UAS Terima Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau: Dari Mimbar Dakwah hingga Membentuk Opini Publik
Rimbo Panjang, Riauline.com – Suasana akrab terasa di Rumah Omak, kawasan Rimbo Panjang, Selasa (15/9/2026). Di tempat itu, pertemuan antara jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) bukan sekadar silaturahmi.
Ada sebuah penghargaan yang akhirnya sampai langsung ke tangan sang penerima. Tropi dan sertifikat Anugerah Voice of The Ummah diserahkan JMSI Riau kepada UAS, setelah sebelumnya penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian HUT JMSI sekitar dua bulan lalu.
Penyerahan penghargaan dilakukan Ketua JMSI Riau, Drs. H. Dheni Kurnia bersama Ketua Dewan Kehormatan JMSI Riau, Dr. (Can), Ir. Fakhrunnas MA Jabbar. Hadir pula Sekretaris JMSI Riau Alzam Deri, Bendahara H. Yandes, serta anggota Dewan Kehormatan JMSI Riau Drs. H. Ian Mahyar, MM dan H. A. Aris Abeba.
Pertemuan itu semakin bernuansa literasi dan kebudayaan dengan hadirnya wartawan sekaligus Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Kunni Masrohanti, S.Ag., novelis perempuan Singapura Rohanie Din, serta Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) Hj. Tutin Apriyani, SE.
Dheni Kurnia mengawali pertemuan dengan memperkenalkan satu per satu rombongan JMSI kepada UAS. Ia juga menyampaikan apresiasi karena UAS bersedia meluangkan waktu di tengah padatnya aktivitas dakwahnya, baik di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Menurut Dheni, Anugerah Voice of The Ummah diberikan bukan tanpa alasan. Penghargaan itu lahir dari proses penilaian dan pertimbangan matang tim penilai JMSI Riau terhadap sosok yang dinilai memiliki pengaruh kuat dalam menyuarakan nilai-nilai keumatan.
“Sebagai warga Riau, kami bangga memiliki UAS yang dengan dakwahnya ke semua kalangan dan berbagai tempat telah ikut mengharumkan nama Tanah Melayu Riau. Oleh sebab itu, Anugerah Voice of The Ummah merupakan pilihan yang tepat,” ujar Dheni.
Namun, ada satu hal yang membuat penyerahan penghargaan tersebut baru dilakukan sekarang. Saat malam puncak HUT JMSI di Aula Makodam Tuanku Tambusai sekitar dua bulan lalu, UAS berhalangan hadir.
Penghargaan ketika itu hanya disampaikan melalui video. Karena itu, JMSI Riau memilih menyerahkan langsung tropi dan sertifikat tersebut kepada UAS dalam pertemuan di Rumah Omak.
“Karena ketika acara HUT JMSI UAS tidak dapat hadir, hari ini kami menyerahkan langsung tropi dan sertifikat penghargaan tersebut,” kata Dheni.
Menerima penghargaan itu, UAS menyambutnya dengan rasa bangga. Namun, perhatiannya kemudian beralih pada para wartawan, budayawan dan tokoh literasi yang hadir. Ia menyebut mereka sebagai para senior yang memiliki kapasitas di bidang masing-masing.
Dari pertemuan tersebut, UAS juga menyampaikan satu pesan penting mengenai posisi media di tengah masyarakat. Baginya, media bukan hanya tempat menyampaikan kabar, tetapi memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara publik melihat sebuah persoalan.
“Peran media itu sangat penting dalam membentuk opini publik. Apabila media bagus, maka opini yang ditampilkan juga baik,” ujar UAS.
Karena itu, menurut UAS, integritas menjadi modal penting bagi wartawan dan media. Produk jurnalistik yang lahir dari integritas tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dapat menjalankan fungsi sosial, mencerdaskan masyarakat dan bahkan ikut mendorong perubahan.
Pertemuan itu kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban. UAS turut menyerahkan oleh-oleh berupa buku karyanya 40 Hadits, Zikir dan Doa, serta makanan ringan dari Tanah Suci kepada rombongan.
Tropi Voice of The Ummah akhirnya berpindah tangan. Tetapi lebih dari sekadar penghargaan, pertemuan JMSI Riau dan UAS menyisakan pesan bahwa suara dakwah dan suara media sama-sama memiliki kekuatan ketika digunakan untuk menyampaikan kebaikan, mencerdaskan umat dan membangun opini publik yang sehat.
Komentar Anda :