Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Dua Daerah Angkat Bendera Putih, Porprov Riau XI Terancam Mundur Karena Krisis Anggaran
Senin, 17-11-2025 - 14:43:53 WIB | Alfis
Dima dan Kabupaten Siak angkat bendera putih sebagai tuan rumah Porprov ke-XI akibat Krisi anggaran yang terjadi di semua daerah, walaupun untuk maskot dan medali sudah dirancang sebelumnya untuk hadiah kepada pemenang nantinya.
TERKAIT:
   
 

DUMAI,Riauline.com - Pemerintah Kota Dumai akhirnya mengikuti jejak Kabupaten Siak dengan mengajukan permohonan resmi agar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau XI ditunda. Ajang olahraga terbesar di Bumi Lancang Kuning yang semula dijadwalkan berlangsung pada 2026 itu kian jauh dari kepastian. Isu penundaan ini menguat setelah surat permohonan milik Pemkot Dumai beredar luas di media sosial sejak pertengahan November.


Surat bernomor 400.4/332/DISKOPAR-OR tertanggal 15 November 2025 itu ditujukan langsung kepada Gubernur Riau. Dalam surat tersebut, Pemkot Dumai menegaskan tetap siap menjadi tuan rumah bersama Kabupaten Siak, sesuai Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS/7594/XI/2023. Namun kesiapan itu, untuk saat ini, terbentur tembok besar bernama krisis anggaran.


Dumai mengungkapkan bahwa keuangan daerah sedang berada dalam situasi terjepit. Beban tunda bayar menumpuk, sementara alokasi Dana Transfer Daerah Tahun 2026 justru berkurang drastis—mencapai Rp275 miliar. Angka itu disebutkan merujuk pada surat Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025 tertanggal 23 September 2025. Kondisi ini otomatis mengguncang banyak program pemerintahan tahun depan, termasuk persiapan Porprov.


Dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang begitu besar, Pemkot Dumai meminta agar penyelenggaraan Porprov Riau XI mundur setahun, dari 2026 ke 2027. Permintaan itu ditegaskan dalam surat yang ditandatangani Wali Kota Dumai, Paisal, menggunakan sertifikat elektronik dari Balai Besar Sertifikasi Elektronik BSSN.


Sebenarnya, sinyal ancaman penundaan Porprov sudah terlihat jauh hari ketika Kabupaten Siak lebih dulu mengajukan permohonan serupa. Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, secara terbuka menyebut bahwa daerahnya tidak memiliki kemampuan keuangan untuk memaksakan diri menjadi tuan rumah. Siak masih dibelit defisit dan utang ratusan miliar yang belum akan selesai hingga tahun depan.


Afni juga menyebut bahwa kebutuhan anggaran untuk menjadi tuan rumah Porprov tak bisa dianggap ringan. Totalnya mencapai Rp45–50 miliar, mencakup pembangunan sarana prasarana, pembiayaan kepanitiaan, hingga kelancaran penyelenggaraan acara. Tanpa kepastian dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi, kata Afni, membebankan biaya sebesar itu di tengah defisit hanya akan membuat masyarakat kembali menanggung risiko utang.


Ia bahkan mengingatkan bahwa penundaan ini tak boleh dipandang negatif. Menurutnya, situasi fiskal daerah saat ini tidak memungkinkan, dan memaksakan penyelenggaraan Porprov justru bisa membuat banyak kabupaten/kota tak mampu ikut serta. Jika itu terjadi, Porprov bukan hanya tidak efektif, tetapi kehilangan esensi pembinaan atlet yang menjadi tujuan utamanya.


Afni menegaskan bahwa Gubernur Riau sendiri sudah mengisyaratkan penundaan karena ketiadaan anggaran di tingkat provinsi. Karena itu, keputusan menunda Porprov merupakan langkah realistis agar fokus saat ini dapat diarahkan pada pembinaan atlet, bukan saling menyalahkan atau memaksakan pelaksanaan tanpa dukungan anggaran yang memadai.


Kini, dengan Dumai dan Siak kompak menyatakan keberatan melanjutkan persiapan, nasib Porprov Riau XI berada di persimpangan. Sementara para atlet terus berlatih menyiapkan diri untuk ajang yang belum jelas waktunya, publik berharap pemerintah provinsi segera mengambil keputusan final agar dunia olahraga Riau tak terus digantung di tengah badai krisis anggaran.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Dua Daerah Angkat Bendera Putih, Porprov Riau XI Terancam Mundur Karena Krisis Anggaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Pupuk Bersubsidi Dikorupsi, Enam Penyuluh Pertanian di Pelalawan Masuk Tahanan, Negara Rugi Rp34 Miliar
    02 Pagi Sunyi di Jalan Dewi Sartika Mandau, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya
    03 Belajar Rendah Hati Melayani Negeri, Pesan Afni Zulkifli untuk ASN Siak
    04 Dua Saudari, Satu Jalan Terakhir: Tragedi di Lintas Bangkinang–Pekanbaru
    05 OTT DJP Diguncang KPK: Negara Tegas Bersih-Bersih Pajak, Layanan Publik Tetap Jalan
    06 SpektrumID.com Resmi Mengudara dari Kantor Baru, Menegaskan Arah Baru Media Digital Riau
    07 ABK KM Makmur Jaya 89 Ditemukan Tewas di Perairan Muntai, Operasi SAR Diwarnai Cuaca Buruk dan Kapal Basarnas Kehabisan BBM
    08 Kembali ke Tanah Kelahiran, AKP Tony Armando Emban Amanah Kapolsek Rupat Utara
    09 Kapal Basarnas Kehabisan BBM Saat Operasi SAR, TNI AL Bengkalis Bersama Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Dramatis
    10 KMP Sereia Domar Tiba di Bengkalis, Asa Baru Pelayanan Penyeberangan Roro
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com