Jangan Tunggu DBD Menyerang, Plt Camat Siak Kecil Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong
Siak Kecil, Riauline.com – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak selalu datang dari tempat yang terlihat kotor. Genangan air kecil di sekitar rumah pun bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Menyikapi potensi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Nicky Rahman Ramdani, mengajak masyarakat untuk tidak menganggap sepele kebersihan lingkungan. Ia mendorong warga menghidupkan kembali semangat gotong royong dengan membersihkan pekarangan rumah maupun lingkungan sekitar.
Menurut Nicky, kebersihan lingkungan merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.
“Dengan lingkungan bersih dapat mencegah penyebaran penyakit DBD. Lebih baik mencegah daripada mengobati dan jangan sampai jatuh korban jiwa,” ujar Nicky, Kamis (17/9/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga memperhatikan tempat-tempat yang berpotensi menampung air. Wadah bekas, kaleng, botol, ban bekas hingga berbagai barang yang berada di halaman rumah dapat menjadi tempat genangan.
Karena itu, kegiatan gotong royong dinilai penting dilakukan secara rutin, terutama dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama dari setiap keluarga.
Nicky berharap kesadaran tersebut dapat tumbuh mulai dari lingkungan rumah masing-masing. Dengan kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan, potensi berkembangnya nyamuk penyebab DBD dapat ditekan.
Selain membersihkan lingkungan, masyarakat juga diminta segera mengambil tindakan apabila menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Upaya pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih penting sebelum muncul kasus dan warga membutuhkan penanganan medis.
Menurutnya, pemberantasan DBD membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat harus bergerak bersama agar kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan ketika muncul kasus penyakit.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah ada korban. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap bahaya DBD,” ajaknya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan DBD tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Dimulai dari halaman rumah, gotong royong membersihkan lingkungan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan bersama dan mencegah jatuhnya korban akibat DBD.
Komentar Anda :