Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Dakwah Terhenti di Balik Dak yang Keropos, Pengurus Masjid Al-Hikmah Kecewa Pertamina Sungai Pakning Tak Merespon
Sabtu, 15-08-2026 - 13:28:51 WIB | Alfis
Mesjid raya Al-Hikmah Desa Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis sementara waktu ditutup akibat kondisi bangunan mesjid mengalami kerusakan pada tiang bangunan mengalami korosi .
TERKAIT:
   
 

Bengkalis,Riauline.com — Suasana di Masjid Raya Al-Hikmah, Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, kini tak lagi seperti biasanya. Tempat yang selama ini menjadi pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat itu terpaksa ditutup sementara sejak Maret 2026 karena kondisi bangunan dinilai tidak lagi aman untuk digunakan.


Bagian dalam bangunan masjid mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian dak dan tulang konstruksi yang mengalami korosi. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis, masjid tersebut untuk sementara waktu tidak diperbolehkan difungsikan sebelum dilakukan perbaikan.


Di tengah kebutuhan biaya rehab yang tidak sedikit, pengurus Masjid Al-Hikmah telah berupaya mengetuk berbagai pintu untuk mendapatkan dukungan. Salah satunya kepada PT Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning melalui proposal bantuan yang disampaikan sejak 13 November 2025 lalu.


Namun, hampir sembilan bulan berlalu, pengurus mengaku belum mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan. Kondisi tersebut membuat pengurus masjid kecewa karena bukan hanya bantuan yang mereka harapkan, tetapi juga respons dan kesempatan untuk berdialog mengenai kebutuhan rumah ibadah tersebut.


“Kami pengurus Masjid Al-Hikmah merasa kecewa terhadap sikap manajemen PT Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning yang sampai saat ini slow response dan tidak pernah menanggapi proposal bantuan rehab yang kami ajukan sejak 13 November 2025,” ujar Ketua Pengurus Masjid Al-Hikmah, Irawan, Sabtu (15/8/2026).


Pria yang akrab disapa Jabaw itu mengatakan, berbagai upaya komunikasi telah dilakukan pengurus. Mereka mencoba menghubungi bagian humas Pertamina melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Namun, menurutnya, pesan yang dikirim memang masuk tetapi tidak kunjung mendapatkan balasan.


“Jawaban sampai sekarang tidak pernah kami terima. Padahal yang kami inginkan dengan adanya komunikasi tentu bisa terjalin silaturahmi dan ada pertemuan dengan pihak Pertamina. Soal dibantu atau tidak, itu bisa dibicarakan. Kami meminta bantuan untuk memperbaiki rumah ibadah, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.


Kekecewaan pengurus semakin terasa karena keberadaan aset Pertamina juga bersentuhan dengan wilayah Desa Lubuk Muda dan Kecamatan Siak Kecil. Menurut Jabaw, air baku yang digunakan untuk kepentingan operasional kilang Pertamina diambil dari wilayah Kecamatan Siak Kecil. Karena itu, ia berharap perusahaan juga memberi perhatian terhadap masyarakat dan fasilitas umum di sekitar wilayah yang turut mendukung aktivitas perusahaan.


“Memang kilang mereka berada di Kecamatan Bukit Batu, tetapi aset mereka juga ada di wilayah Kecamatan Siak Kecil. Air baku untuk kilang mereka juga diambil dari sini. Kami menyayangkan kalau untuk rumah ibadah seperti ini tidak ada respons sama sekali,” katanya.


Sejak masjid ditutup, jamaah terpaksa memindahkan aktivitas ibadah ke Masjid Sakinah. Namun, keterbatasan kapasitas bangunan membuat kondisi tidak selalu ideal. Saat salat Jumat, misalnya, jamaah terkadang harus melaksanakan ibadah hingga ke luar bangunan karena ruang yang tersedia tidak mampu menampung seluruh jamaah.


Meski menghadapi keterbatasan, kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan Masjid Al-Hikmah tidak padam. Jamaah dan warga masih terus memberikan infak sesuai kemampuan. Nilainya mungkin tidak besar, namun bagi pengurus, setiap sumbangan menjadi tanda bahwa masyarakat masih memiliki rasa memiliki terhadap rumah ibadah yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.


“Berbagai upaya untuk perbaikan ke sejumlah pihak sudah kami lakukan, termasuk kepada Pertamina. Kami berharap ada perhatian karena perbaikan ini membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ungkap Jabaw.


Sementara itu, Supervisor General Affair PT Kilang Pertamina Internasional/Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning, Iswandi, saat dikonfirmasi mengatakan proposal bantuan tersebut telah diteruskan ke tingkat pusat.


“Ini sudah kami ajukan proposal, Bang, ke pusat. Kami juga lagi menunggu persetujuan dari beberapa proposal yang sudah kami ajukan sebelumnya,” ujar Iswandi.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Dakwah Terhenti di Balik Dak yang Keropos, Pengurus Masjid Al-Hikmah Kecewa Pertamina Sungai Pakning Tak Merespon
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Dari Pinggir, Pramuka Bengkalis Tebar Pesan Damai ke Seluruh Dunia Lewat JOTA-JOTI 2026
    02 Rekrutmen Empat Tenaga Kontrak Pertamina Sungai Pakning Dibatalkan, Peluang Anak Tempatan Kembali Terbuka
    03 Tabrakan Maut di Jalan Sembada Pematang Duku, Penumpang Honda Beat Meregang Nyawa
    04 Pawang Perkasa Scout Camp III: Tak Sekadar Berkemah, Pramuka Bengkalis Tanam Mangrove dan Asah Jiwa Kepemimpinan
    05 Gebyar Pajak di Bukit Batu, Dari Setoran Warga Kembali untuk Pembangunan
    06 Teguh Santosa : Wartawan Dituntut Tetap Waras
    07 Algo Sapiens, Ketika Algoritma Perlahan Menggeser Homo Sapiens
    08 JMSI Riau Buka Jalan Wartawan Naik Kelas, UKW Tiga Jenjang Digelar November
    09 Tongkat Komando Berganti, AKBP Eko Rubiyanto Resmi Pimpin Polres Bengkalis
    10 Rekrutmen 4 Tenaga Kerja di Pertamina Pakning Disorot, Dugaan Titipan dan Hubungan Keluarga Mencuat
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com