Tali Air Dibersihkan, Gotong Royong Warga Batang Duku Hidup Kembali Lewat Program PKT
Bengkalis,Riauline.com - Suasana berbeda terlihat di Jalan M Yusuf Darat, Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Sejumlah warga tampak bergotong royong membersihkan tali air yang selama ini menjadi salah satu saluran penting bagi kelancaran aliran air di kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Padat Karya Tunai (PKT) yang diarahkan untuk mendukung normalisasi tali air sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan melalui pekerjaan yang dilakukan secara langsung di lingkungan mereka, Senin (10/8/27/6).
Dipimpin Penjabat (Pj) Kepala Desa Batang Duku, Jamal, masyarakat bahu-membahu membersihkan saluran dari semak belukar, lumpur, rumput liar serta berbagai material yang menghambat aliran air. Peralatan sederhana digunakan, namun semangat warga membuat pekerjaan yang cukup berat terasa lebih ringan.
Sejak pagi, warga terlihat turun langsung ke lokasi. Ada yang membersihkan rerumputan di sepanjang parit, mengangkat endapan lumpur, sementara sebagian lainnya mengumpulkan sampah dan material yang menghambat jalannya air. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Normalisasi tali air dinilai penting, terutama untuk menjaga kelancaran drainase dan mencegah terjadinya genangan ketika curah hujan meningkat. Saluran air yang kembali berfungsi dengan baik diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar Jalan M Yusuf Darat.
Pj Kades Batang Duku, Jamal, mengatakan kegiatan PKT bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Melalui program ini kita tidak hanya melakukan normalisasi tali air, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Apa yang dikerjakan secara bersama tentu hasilnya akan lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Jamal.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Pemerintah desa berharap setelah tali air dinormalisasi, warga juga ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang dapat menghambat aliran air.
Jamal menambahkan, Program PKT juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat karena pengerjaan melibatkan tenaga kerja lokal. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur sederhana, tetapi juga membantu memberikan tambahan pendapatan bagi warga yang terlibat.
Di tengah aktivitas membersihkan tali air, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat. Canda dan komunikasi antarwarga sesekali terdengar di sela-sela pekerjaan. Bagi masyarakat Batang Duku, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari pekerjaan besar, tetapi dapat tumbuh dari kepedulian dan kebersamaan masyarakat menjaga lingkungan.
Melalui Program Nasional Padat Karya Tunai ini, pemerintah desa berharap normalisasi tali air Jalan M Yusuf Darat dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan budaya gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat Desa Batang Duku dalam membangun dan menjaga kampung secara bersama-sama.
Komentar Anda :