Panen Harapan dari Pesisir Muntai Barat, TNI AL dan Petani Buktikan Lahan Tidur Menjadi Sumber Pangan
Bengkalis,Riauline.com – Pagi yang cerah di Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Selasa (7/7/2026), menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Di hamparan lahan seluas empat hektare, satu per satu tanaman ubi kayu dicabut dari dalam tanah. Wajah-wajah penuh senyum terlihat di antara tumpukan hasil panen yang melimpah, menandai keberhasilan kerja keras selama berbulan-bulan.
Bagi masyarakat setempat, panen raya ini bukan sekadar kegiatan pertanian biasa. Panen tersebut menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara Pos TNI AL (Posal) Bengkalis-Muntai dengan BUMDesa Bina Citra Mandiri dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Di atas lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, sekitar 40 ribu batang ubi kayu ditanam. Melalui perawatan yang konsisten dan pendampingan dari berbagai pihak, tanaman itu tumbuh subur hingga akhirnya menghasilkan sekitar 60 ton ubi kayu saat masa panen tiba.
Tumpukan ubi yang memenuhi area panen menjadi pemandangan yang membanggakan. Bagi para petani, hasil tersebut merupakan buah dari ketekunan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga proses perawatan tanaman yang membutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra.
Komandan Pos TNI AL Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, melalui Babinpotmar Serda Bah Aras, menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan masyarakat pesisir yang selama ini dijalankan Posal Bengkalis dan Muntai.
Dalam kesempatan itu, Serda Bah Aras juga menyampaikan permohonan maaf dari Danposal Bengkalis yang tidak dapat hadir karena mengikuti kegiatan pisah sambut Komandan Lanal Dumai yang berlangsung pada waktu bersamaan di Markas Komando Lanal Dumai.
Meski demikian, semangat TNI AL untuk mendukung masyarakat tetap terlihat melalui keterlibatan aktif personel di lapangan. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai aparat negara, tetapi juga sebagai pendamping yang ikut mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan untuk kegiatan produktif.
Menurut Serda Bah Aras, panen raya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memanen hasil tanaman. Setiap umbi yang diangkat dari dalam tanah merupakan hasil dari kerja keras, keringat, kesabaran, dan doa para petani yang telah merawat tanaman sejak awal masa tanam.
Ia menilai keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari desa. Ketika masyarakat, pemerintah desa, dan aparat bersinergi, lahan yang tersedia mampu menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Sebagai Babinpotmar, dirinya menegaskan bahwa tugas TNI AL tidak hanya menjaga keamanan wilayah laut. Pembinaan terhadap masyarakat pesisir, termasuk membantu pengembangan sektor pertanian, juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami percaya bahwa menjaga laut tetap aman dan menjaga darat tetap subur adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan ketahanan pangan bangsa," ujarnya di hadapan para tamu dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan panen raya tersebut.
Kegiatan panen raya itu turut dihadiri Camat Bantan Aulia Fikri, Pj Kepala Desa Muntai Barat Jayusni, Babinsa Koramil 01/Bengkalis Serda Imam, Ketua TP PKK Desa Muntai Barat Sofiah beserta anggota, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.
Di tengah suasana kebersamaan, panen 60 ton ubi kayu itu menjadi bukti bahwa dari pesisir Muntai Barat, harapan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional terus tumbuh dan berbuah nyata.
Komentar Anda :