Bukit Batu,Riauline.com - Suasana di salah satu lahan pertanian desa binaan di Kecamatan Bukit Batu tampak berbeda. Di tengah hamparan lahan seluas 0,5 hektare, seorang anggota polisi terlihat akrab berbincang dengan para petani. Dialah Bripka Rio Ernes Andrian, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu, yang datang bukan untuk urusan keamanan semata, melainkan membawa harapan baru bagi masyarakat tani.
Dengan penuh semangat, Bripka Rio menyerahkan puluhan bibit tanaman kepada para petani desa binaannya. Sebanyak 30 batang bibit pohon rambutan disalurkan untuk ditanam di lahan pertanian warga sebagai bentuk dukungan terhadap penghijauan dan peningkatan ekonomi masyarakat serta atusian Polri cinta petani.
Kegiatan sederhana itu menjadi simbol kedekatan Polri dengan masyarakat. Tidak ada jarak antara aparat dan petani. Di bawah terik matahari pagi, Bripka Rio ikut berdialog mengenai kondisi lahan, cuaca, hingga harapan petani terhadap hasil panen di masa mendatang.
Menurut Bripka Rio, program tersebut merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap sektor pertanian. Polisi tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ingin ikut mendorong kesejahteraan masyarakat melalui dukungan nyata di lapangan.
“Polri cinta petani bukan hanya slogan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Kita ingin petani tetap semangat mengelola lahannya,” ujarnya di sela kegiatan,Senin (18/5/26).
Para petani Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu pun menyambut bantuan itu dengan antusias. Bagi mereka, bibit yang diberikan bukan sekadar tanaman, melainkan bentuk perhatian dan dukungan moral dari aparat kepolisian terhadap kehidupan masyarakat desa.
Di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu, para petani mengaku membutuhkan motivasi agar tetap optimistis bercocok tanam. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah ladang menjadi suntikan semangat tersendiri bagi mereka untuk terus bertahan dan produktif.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Polsek Bukit Batu terhadap program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus digencarkan pemerintah. Ketahanan pangan dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab petani, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk aparat keamanan.
Melalui pendekatan humanis seperti ini, Polri berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat. Polisi tidak lagi dipandang hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sahabat masyarakat yang hadir membantu dalam berbagai aspek kehidupan.
Di ujung kegiatan, bibit-bibit itu mulai ditanam di lahan yang telah disiapkan. Harapan pun tumbuh bersama akar-akar muda yang ditancapkan ke tanah. Bagi para petani desa binaan, bantuan itu bukan hanya tentang pohon rambutan, melainkan tentang perhatian, kepedulian, dan masa depan yang ingin dirawat bersama.
Komentar Anda :