Duri,Riauline.com -Suasana ramah tamah yang digelar di Duri, Kamis (14/5/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah pertemuan yang penuh kehangatan itu, terselip rasa haru dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir untuk melepas salah satu pejabat senior di Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis itu resmi memasuki masa purnabakti sebagai ASN yang akan berakhir pada 1 Juni 2026. Momen tersebut sekaligus menjadi perayaan ulang tahunnya yang ke-60 pada 14 Mei 2026.
Di antara para tamu yang hadir, tampak Kepala UPT Dispenda Kecamatan Bukit Batu, Dunny Duvira, yang secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan penghormatan kepada sosok yang selama ini dianggap sebagai panutan dalam birokrasi pemerintahan.
“Selamat kepada Pak Edi yang sudah memasuki masa pensiun,” ujar Dunny dengan nada penuh hormat saat menghadiri acara tersebut.
Bagi Dunny, Edi Sakura bukan sekadar pejabat senior. Ia menyebut banyak pengalaman dan pelajaran hidup yang diperoleh dari sosok mantan pemimpin yang dikenal tegas namun tetap mengayomi bawahannya itu.
“Semoga dengan bertambah usia tentu banyak pengalaman dan ilmu yang telah diberikan kepada kami selama ini,” ungkapnya.
Menurut Dunny, selama mengabdi sebagai ASN, Edi Sakura dikenal sebagai pemimpin yang memegang teguh prinsip dalam bekerja. Ketegasan yang dimilikinya tidak membuat jarak dengan bawahan, justru menjadikannya sosok yang disegani sekaligus dihormati.
Tak sedikit ASN yang menganggap Edi Sakura sebagai orang tua sendiri. Sikapnya yang terbuka dalam memberikan tunjuk ajar dan bimbingan membuat banyak pegawai merasa dekat dan nyaman saat bekerja bersamanya.

Kenangan paling membekas, kata Dunny, adalah ketika Edi Sakura memimpin Dinas Pendidikan. Dalam masa kepemimpinannya, banyak pegawai mendapat pelajaran tentang disiplin, loyalitas, serta pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Bagi sebagian ASN muda, Edi Sakura merupakan contoh pemimpin birokrasi yang tidak hanya fokus pada pekerjaan administratif, tetapi juga membangun karakter pegawai agar tetap profesional dan bertanggung jawab.
Masa purnabakti yang dijalani Edi Sakura pun menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pengabdian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Namun, jejak pengabdian dan nilai-nilai yang ditanamkannya diyakini akan terus dikenang oleh banyak ASN.
Di usia ke-60 tahun, Edi Sakura meninggalkan kesan mendalam sebagai sosok pemimpin yang sederhana, tegas, dan penuh dedikasi. Bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya, pensiun bukanlah akhir dari pengaruh seorang Edi Sakura, melainkan awal dari warisan keteladanan yang terus hidup di lingkungan birokrasi Kabupaten Bengkalis.
Komentar Anda :