Bengkalis,Riauline.com - Langkah Saifullah menuju pucuk kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bengkalis terbilang mulus. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X, ia tak perlu melalui pertarungan panjang, melainkan melenggang lewat mekanisme aklamasi yang dinilai sah secara aturan partai.
Di balik keputusan itu, terdapat dinamika formatur yang menjadi penentu arah. Dari lima formatur yang memiliki hak suara, empat di antaranya sepakat mengusulkan Saifullah sebagai Ketua DPC PPP Bengkalis. Dukungan tersebut menjadi kunci utama dalam mengunci hasil Muscab.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PPP Bengkalis, Bronika, menyebut proses ini telah berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Baginya, keputusan aklamasi bukan sekadar kesepakatan, tetapi juga cerminan mekanisme organisasi yang sah.
“Secara aturan, Saifullah sudah sah dinyatakan terpilih secara aklamasi karena direkomendasikan oleh empat formatur,” ujar Bronika saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).
Empat suara tersebut bukan tanpa makna. Mereka datang dari unsur strategis partai, yakni Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Riau, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bengkalis, serta dua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari Bengkalis dan Bukit Batu. Kombinasi ini memperlihatkan kuatnya dukungan dari tingkat wilayah hingga akar rumput.
Meski demikian, satu suara dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) belum memberikan sikap resmi. Situasi ini sempat menimbulkan tanda tanya, namun tidak cukup kuat untuk menggoyahkan hasil Muscab.
Dalam kacamata organisasi, kuorum tetap menjadi penentu. Empat dari lima formatur dianggap telah memenuhi syarat sahnya keputusan. Dengan kata lain, legitimasi Saifullah sebagai ketua terpilih tidak terbantahkan secara internal.
“Walaupun DPP belum menyatakan dukungan, namun secara kuorum dukungan sudah sah,” jelas Bronika menegaskan.
Langkah berikutnya, rekomendasi hasil Muscab ini akan dibawa ke DPP untuk diproses lebih lanjut. Tahapan ini menjadi bagian administratif yang harus dilalui sebelum penetapan final kepengurusan dilakukan di tingkat pusat.
Di tengah proses tersebut, harapan mulai disematkan. Bronika menginginkan seluruh kader PPP di Bengkalis dapat bersatu, meninggalkan perbedaan, dan mendukung kepemimpinan baru yang telah terbentuk melalui mekanisme organisasi.
Aklamasi ini bukan hanya soal siapa yang terpilih, tetapi juga tentang bagaimana konsolidasi partai dibangun. Di tangan Saifullah, PPP Bengkalis kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa kesepakatan yang lahir dari empat suara itu mampu diterjemahkan menjadi kekuatan politik yang solid dan berpihak pada masyarakat.
Komentar Anda :