Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Dua Tahun Menunggu Parkir Ibadah, Ketika Jamaah Masjid Berhadapan dengan Tembok Birokrasi Pertamina Pakning
Rabu, 22-04-2026 - 13:31:17 WIB | Alfis
Rapat manajemen Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning bersama anggota DPRD dan jamaah mesjid Al-Quro Pakning Aslam berlangsung panas, manajemen Pertamina dinilai kaki dalam mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat banyak.
TERKAIT:
   
 

 


Bengkalis,Riauline.com– Suasana ruang rapat kantor induk PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning, Rabu (22/4/2026), terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar diskusi formal, tetapi luapan emosi yang telah lama tertahan. Para pengurus Masjid Al Quro, tokoh masyarakat, hingga anggota DPRD Bengkalis duduk berhadapan dengan manajemen perusahaan.


Topiknya sederhana: permohonan meminjam lahan kosong untuk parkir jamaah masjid. Namun perjalanan permohonan itu ternyata sudah berlarut selama dua tahun tanpa kepastian.
Di Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, persoalan parkir bukan sekadar soal kenyamanan. Setiap Jumat, setiap Ramadan, hingga saat salat Idul Fitri, halaman masjid yang sempit membuat jamaah kesulitan memarkir kendaraan. Sebagian bahkan terpaksa pulang karena tidak mendapat tempat.


 Padahal, tepat di seberang masjid terdapat lahan kosong milik Pertamina yang sudah puluhan tahun terbengkalai.
Ketua Masjid Al Quro sekaligus imam, Rusdianto, tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya. Dengan suara meninggi, ia mengingatkan bahwa proposal peminjaman lahan sudah diajukan sejak dua tahun lalu. 


“Kami tidak minta hibah, tidak minta diberikan. Kami hanya ingin meminjam untuk parkir jamaah yang datang beribadah,” ujarnya di hadapan manajemen perusahaan.


Bagi Rusdianto dan para jamaah, waktu dua tahun bukanlah masa yang singkat. Selama itu pula mereka melihat lahan kosong tetap tak tersentuh, bahkan kini dipasangi plang bertuliskan “Dilarang” dan “Wilayah Kerja Perusahaan”. Pemandangan itu terasa kontras dengan kebutuhan jamaah yang terus meningkat.


Ketegangan rapat semakin terasa ketika Anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi PKS Dapil II, H. Muhammad Rafee, angkat bicara. Dengan nada tegas, ia menilai manajemen Pertamina di tingkat lokal terlalu kaku dan tidak proaktif memperjuangkan kepentingan masyarakat.


“Jangan hanya menjadi tembok yang meneruskan surat ke pusat tanpa pernah berjuang untuk masyarakat di sini. Dua tahun menunggu, apa tidak ada langkah nyata yang bisa dilakukan?” kata Rafee.


Politisi yang akrab disapa Pak Haji Rafi itu juga meminta agar pihak Pertamina Sungai Pakning memberikan surat keterangan resmi jika memang tidak memiliki kewenangan terkait penggunaan lahan tersebut. Surat itu, katanya, akan dibawa ke tingkat pusat untuk memperjelas siapa sebenarnya yang berwenang mengambil keputusan.


Kritik juga datang dari tokoh masyarakat Pakning Asal, Ujang Effendi. Ia menilai manajemen lokal seharusnya menjadi jembatan antara perusahaan dan masyarakat, bukan sekadar menunggu instruksi dari pusat. Menurutnya, persoalan ini bukan semata soal aturan, tetapi juga soal kemauan untuk membantu masyarakat di wilayah ring satu perusahaan.


“Kalian yang berada di sini seharusnya memahami kebutuhan masyarakat sekitar. Jangan hanya berlindung di balik kewenangan pusat,” ujar Ujang dengan nada serius.


Nada kekecewaan serupa disampaikan Saiful Bahari, Ketua Forum Peduli Masyarakat dan Pemuda Kecamatan Bukit Batu. Ia menilai pemasangan plang larangan di depan lahan kosong dekat masjid menunjukkan sikap yang tidak sensitif terhadap kebutuhan ibadah masyarakat.


“Kami tidak minta istana. Kami hanya minta lahan parkir sementara. Tapi justru dipasangi larangan,” katanya.


Di tengah tekanan tersebut, pihak manajemen Pertamina Sungai Pakning mencoba memberikan penjelasan. Supervisor General Affair PT Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning, Iswandi, mengatakan bahwa pihaknya di tingkat operasional tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan penggunaan lahan.


“Kewenangan ada di Pertamina Persero pusat. Kami sudah berkomunikasi dan masih menunggu jawaban,” ujarnya.


Jawaban itu justru memancing reaksi sinis dari sebagian peserta rapat. Istilah “menunggu pusat” dan janji “minggu depan” sudah terlalu sering terdengar selama dua tahun terakhir. Bagi jamaah, janji tanpa kepastian hanya menambah rasa kecewa.


Hingga rapat berakhir, tidak ada keputusan konkret yang dihasilkan. Namun satu hal terlihat jelas: persoalan ini telah berubah dari sekadar permohonan administratif menjadi simbol kekecewaan warga terhadap birokrasi yang terasa jauh dari kebutuhan mereka.


Bagi jamaah Masjid Al Quro, lahan parkir itu mungkin hanya sebidang tanah kosong bagi perusahaan. Tetapi bagi mereka, itu adalah bagian dari kemudahan untuk menunaikan ibadah. Dan selama kepastian belum datang, harapan itu masih terus menunggu di seberang masjid.


 




 
Berita Lainnya :
  • Dua Tahun Menunggu Parkir Ibadah, Ketika Jamaah Masjid Berhadapan dengan Tembok Birokrasi Pertamina Pakning
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Dunny Duvira Harapkan Ranting PGRI 4 Bukit Batu Jadi Motor Kemajuan Pendidikan
    02 Pelabuhan Batu Panjang Diproyeksikan Jadi Gerbang Baru Transportasi Laut Pulau Rupat
    03 Dari Laporan Warga ke Penangkapan, Sembilan Paket Sabu Digagalkan Polsek Siak Kecil
    04 Dari Duri untuk Bengkalis: Musancab PDIP Perkuat Barisan, Kawal Pembangunan Daerah
    05 Tiga Paket Sabu dan Sebuah Pengungkapan di Rawa Panjang
    06 PGRI Bukit Batu Kukuhkan Pengurus Baru, Siap Perkuat Solidaritas dan Majukan Pendidikan
    07 Teror Api di Batang Duku Terungkap, Polisi Tetapkan Tersangka Pembakaran Rumah yang Tewaskan Pasutri Lansia
    08 Semangat Berkurban dan Kebersamaan, IKMR Bukit Batu Sembelih Hewan Kurban untuk Warga
    09 Teror Kebakaran Hantui Warga Batang Duku, Lima Rumah Ludes dalam Dua Bulan dan Telan Korban Jiwa
    10 Polsek Bukit Batu Tinjau Penanaman Nenas di Desa Tanjung Leban, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com