Dari Balik Jeruji, 266 Kg Patin Lapas Bengkalis Mengalir ke Meja Makan Anak Sekolah
Bengkalis,Riauline.com - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, sebuah aktivitas produktif berlangsung dengan penuh semangat. Rabu pagi (08/04), suasana di area kolam asimilasi Lapas tampak lebih hidup dari biasanya. Para warga binaan bersama petugas memanen ikan patin yang selama berbulan-bulan mereka rawat dengan penuh ketekunan.
Hasilnya pun membanggakan, sebanyak 266 kilogram ikan patin berhasil diangkat dari kolam budidaya.
Panen tersebut bukan sekadar kegiatan rutin pembinaan. Ikan-ikan patin yang dipanen langsung memiliki tujuan yang jelas: menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
"Dari total hasil panen, 200 kilogram disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah," ujar Kepala Lapas Kelas II A Bengkalis, Priyo Tri Laksono, Rabu (8/4/26)
Sementara itu, 66 kilogram sisanya didistribusikan kepada vendor Bama yang bertugas memenuhi kebutuhan pangan bagi warga binaan di dalam Lapas. Dengan demikian, hasil kerja para warga binaan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat di luar tembok penjara, tetapi juga kembali untuk meningkatkan kualitas asupan gizi bagi mereka sendiri.
"Di kolam budidaya yang terletak di area pembinaan kemandirian tersebut, kegiatan panen berlangsung dengan tertib. Jaring ditarik perlahan, ikan-ikan patin yang gemuk dan sehat mulai bermunculan dari permukaan air. Beberapa warga binaan tampak tersenyum bangga melihat hasil kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang nyata," kata Kalapas.
Bagi para warga binaan, momen ini menjadi lebih dari sekadar panen ikan. Ada rasa haru dan kebanggaan ketika mengetahui bahwa ikan yang mereka pelihara akan sampai ke meja makan anak-anak sekolah. Meski sedang menjalani masa pidana, mereka tetap dapat berkontribusi bagi masyarakat luas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Bengkalis, David Susilo, yang memimpin langsung proses teknis pemanenan, menjelaskan bahwa seluruh proses budidaya dilakukan secara terukur dan disiplin. Menurutnya, kualitas ikan menjadi prioritas utama agar layak masuk ke rantai pasok pangan.
“Panen 266 kilogram ini merupakan bukti bahwa program kemandirian berjalan dengan standar yang baik. Budidaya dilakukan dengan pengawasan ketat sehingga ikan yang dihasilkan segar dan berkualitas,” ujar David saat memantau proses sortir dan penimbangan ikan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras warga binaan dan tim pembinaan. Ia menilai keberhasilan ini bukan hanya soal jumlah produksi, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan harapan bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Menurutnya, program pembinaan kemandirian seperti budidaya ikan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar keterampilan produktif yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Dengan demikian, proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pembentukan kemampuan hidup.
Panen raya ikan patin tersebut kemudian ditutup dengan proses pengemasan dan pendistribusian yang diawasi langsung oleh petugas Lapas.
Dengan langkah ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus menegaskan komitmennya untuk menjadi ruang pembinaan yang produktif tempat di mana dari balik jeruji, lahir kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan warga binaan itu sendiri.
Komentar Anda :