Bukit Batu,Riauline.com - Musim kemarau yang berkepanjangan dalam beberapa pekan terakhir membawa ancaman serius bagi sejumlah wilayah di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di beberapa titik, meninggalkan bekas lahan yang menghitam serta kabut asap tipis yang mulai terasa oleh masyarakat.
Dampak dari kebakaran tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat dari sisi kesehatan. Asap yang muncul dari lahan terbakar berpotensi mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lahan, tetapi juga menyangkut keselamatan banyak orang.
Di tengah situasi tersebut, Penjabat Kepala Desa Buruk Bakul, Hasanudin, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menilai kebiasaan tersebut justru memperparah kondisi lingkungan, apalagi saat cuaca panas dan angin kering melanda kawasan pesisir Bengkalis.
Menurut Hasanudin, musim kemarau yang cukup panjang membuat lahan menjadi sangat mudah terbakar. Sedikit saja percikan api dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan. Karena itu, ia meminta warga lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lahan perkebunan.
“Kami menghimbau masyarakat Desa Buruk Bakul untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini. Ingat dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat,” ujarnya, Senin (6/4/26).
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan membakar lahan memiliki konsekuensi hukum yang serius. Aparat penegak hukum dapat menindak tegas siapa pun yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Karena itu, Hasanudin berharap masyarakat tidak sampai berhadapan dengan hukum hanya karena membuka lahan dengan cara yang salah.
Ia mengajak warga mencari cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan perkebunan.
Selain upaya pencegahan dari pemerintah desa, kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla. Tanpa kepedulian bersama, kebakaran lahan akan terus berulang setiap musim kemarau tiba.
"Kami menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan di sekitar wilayah desa. Dengan tindakan cepat, kebakaran dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar," pinta Kades.
Melalui imbauan ini, Hasanudin berharap seluruh warga dapat bersama-sama menjaga lingkungan. Alam yang terjaga bukan hanya melindungi hutan dan lahan, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati udara yang bersih dan lingkungan yang sehat.
Komentar Anda :