Bukit Batu, Riauline.com – Di tengah sorotan masyarakat terhadap kondisi Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis yang mengalami kerusakan, pengurus LAMR setempat akhirnya angkat bicara. Klarifikasi resmi disampaikan guna meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan kurangnya perhatian terhadap bangunan yang menjadi simbol marwah adat Melayu tersebut.
Ketua LAMR Kecamatan Bukit Batu menegaskan bahwa tudingan mengenai ketidakpedulian pengurus terhadap kondisi gedung adat tersebut tidaklah benar. Menurutnya, sejak awal pihak pengurus justru telah melakukan berbagai langkah konkret untuk menyelamatkan dan memperjuangkan perbaikan bangunan tersebut.
"Upaya perbaikan tersebut telah dimulai jauh sebelum isu kerusakan gedung ramai diperbincangkan. Pengurus LAMR Bukit Batu secara aktif melakukan berbagai koordinasi dengan pihak terkait demi mencari solusi terbaik agar gedung adat itu dapat diperbaiki dan kembali difungsikan secara layak," ujarnya, Senin (6/4/26).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kecamatan Bukit Batu. Konsultasi dan komunikasi terus dilakukan bersama camat setempat guna mencari jalan keluar terbaik terhadap kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian serius.
"Pengurus LAMR juga membangun sinergi dengan LAMR Kabupaten Bengkalis. Diskusi dan pelaporan terkait kondisi fisik gedung dilakukan secara intensif agar persoalan ini dapat menjadi perhatian bersama dalam menjaga simbol adat Melayu di wilayah tersebut," kata Novri.
Tidak hanya bergantung pada pemerintah, pengurus LAMR Bukit Batu juga menjajaki peluang dukungan dari sektor swasta. Komunikasi telah dilakukan dengan sejumlah perusahaan, termasuk PT Pertamina, untuk membuka peluang bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Harapan untuk perbaikan gedung adat ini juga datang dari sektor legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Daerah Pemilihan Bukit Batu, Siak Kecil dan Bandar Laksamana, Asep Setiawan, menunjukkan kepeduliannya dengan mengusulkan anggaran rehabilitasi gedung melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
"Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut dan berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan meskipun saat ini kondisi keuangan daerah sedang menghadapi berbagai tantangan," pintanya.
Sementara itu, Asep Setiawan membenarkan bahwa dirinya telah mengusulkan anggaran untuk rehabilitasi Gedung LAMR Bukit Batu melalui pokirnya. Ia juga membantah pernyataan dari pihak yang menyebutkan tidak adanya kepedulian pemerintah maupun DPRD Bengkalis terhadap kondisi gedung tersebut.
Menurut Asep, pembahasan mengenai perbaikan gedung LAMR sebenarnya sudah dilakukan jauh hari bersama pengurus LAMR Bukit Batu. Ia menjelaskan bahwa anggaran rehabilitasi tersebut direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2027, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat diupayakan lebih cepat melalui APBD Perubahan 2026 jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Asep berharap setiap pihak yang menyampaikan informasi kepada publik dapat terlebih dahulu memastikan kebenarannya agar pemberitaan tetap berimbang. Ia pun mengutip petuah Melayu sebagai pengingat pentingnya menyampaikan kebenaran.
“Melanting menuju tampuk, berkata menuju benar. Bergurulah pada yang tahu jalannya, bukan hanya tahu ceritanya. Biar tahu kenyataannya, bukan sekadar katanya,” ujarnya, sembari menegaskan pentingnya menghormati lembaga adat sebagai simbol kearifan budaya Melayu.
Komentar Anda :