Tiga Kapal Beroperasi, Antrean Kendaraan di Roro Air Putih Mengular hingga Jalan Raya
Bengkalis,Riauline.com - Antrean kendaraan roda empat di Dermaga Roro Air Putih, Bengkalis, Kamis (2/4/2026) malam, terlihat tidak seperti biasanya. Barisan mobil memanjang hingga keluar area pelabuhan bahkan mengular sampai ke badan jalan raya. Kondisi ini menjadi perhatian para pengguna jasa penyeberangan karena sejak masa Lebaran Idul Fitri tahun ini, pemandangan antrean panjang seperti itu sebelumnya hampir tidak pernah terjadi.
Di tengah padatnya kendaraan yang menunggu giliran menyeberang, suasana pelabuhan dipenuhi suara mesin kendaraan yang sesekali dimatikan untuk menghemat bahan bakar. Para pengemudi memilih menunggu dengan sabar sambil sesekali memantau pergerakan antrean yang bergerak perlahan menuju dermaga.
Lonjakan antrean tersebut dipicu terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi melayani penyeberangan Bengkalis–Sungai Pakning. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan bahwa pada hari ini hanya tiga kapal Roro yang dapat melayani arus penyeberangan.
Menurut Ardiansyah, dua kapal lainnya tidak dapat beroperasi karena sedang menjalani perawatan. Kedua kapal tersebut adalah KMP Swarna Putri dan KMP Permata Lestari III yang saat ini masih dalam proses maintenance.
“Untuk hari ini hanya tiga kapal yang beroperasi. Sementara dua kapal lagi, yakni KMP Swarna Putri dan KMP Permata Lestari III sedang melakukan maintenance,” ujar Ardiansyah menjelaskan penyebab terjadinya antrean panjang di pelabuhan.
Namun, ia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Pihaknya telah berkoordinasi agar salah satu kapal yang sedang menjalani perawatan dapat segera kembali beroperasi melayani masyarakat.
Ardiansyah menyebutkan bahwa KMP Swarna Putri dijadwalkan kembali beroperasi pada Jumat (3/4/2026). Dengan kembalinya kapal tersebut ke lintasan, jumlah armada yang melayani penyeberangan akan bertambah menjadi empat kapal.
“Sebenarnya tadi kita sudah meminta agar KMP Swarna Putri langsung kembali ke lintasan setelah selesai maintenance. Namun pihak KSOP menyarankan agar kapal berlayar besok karena jarak pandang di perairan Bengkalis sedang terganggu akibat kabut asap,” jelasnya.
Kabut asap yang menyelimuti perairan Bengkalis pada malam hari memang membuat jarak pandang terbatas. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi pelayaran sehingga pihak terkait memilih menunda keberangkatan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
Ardiansyah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan Dinas Perhubungan Bengkalis terus berupaya mencari solusi agar antrean kendaraan dapat segera terurai.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama masa Lebaran sebelumnya, antrean kendaraan sebenarnya tidak terjadi karena adanya uji coba sistem e-tiketing melalui aplikasi Trips. Sistem pembelian tiket secara daring tersebut dinilai berhasil mengatur arus kendaraan yang masuk ke pelabuhan.
Uji coba e-tiketing itu sendiri berakhir pada 30 Maret 2026. Ke depan, pemerintah daerah berencana kembali menerapkan sistem tersebut secara resmi setelah seluruh tahapan
administrasi dan legalitasnya selesai.
“Kami akan berupaya secepatnya meluncurkan penerapan e-tiketing ini secara resmi. Saat ini masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui, termasuk terkait badan hukumnya,” tutup Ardiansyah.
Komentar Anda :