Di Tengah Efisiensi Anggaran, Festival Lampu Colok Bengkalis Tetap Menyala di Ramadan 2026
Bengkalis,Riauline.com - Malam-malam Ramadan di Kabupaten Bengkalis selalu memiliki cahaya yang berbeda. Bukan hanya dari lampu rumah warga atau lampu jalan, tetapi dari ratusan bahkan ribuan lampu colok yang tersusun membentuk berbagai pola indah di halaman rumah, pinggir jalan, hingga sudut-sudut kampung. Tradisi yang telah mengakar selama puluhan tahun ini kembali menyemarakkan Ramadan 2026 melalui Festival Lampu Colok yang tetap digelar meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis memastikan festival tahunan tersebut tidak akan absen tahun ini. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis, Edi Sakura, mengatakan pelaksanaan festival tetap berlangsung sesuai instruksi Bupati Bengkalis, Kasmarni.
“Perlombaan Festival Lampu Colok yang merupakan agenda tahunan di Kabupaten Bengkalis tetap dilaksanakan pada tahun 2026 ini sesuai instruksi Bupati Bengkalis,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/26).
Bagi masyarakat Bengkalis, lampu colok bukan sekadar hiasan Ramadan. Cahaya kecil dari sumbu yang menyala di atas kaleng atau bambu berisi minyak itu telah menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, sekaligus identitas budaya masyarakat pesisir yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itulah pemerintah daerah menilai tradisi ini harus terus dijaga. Meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami penyesuaian, komitmen untuk melestarikan budaya lokal tetap menjadi prioritas agar tradisi lampu colok tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Namun demikian, pelaksanaan festival tahun ini dilakukan dengan sejumlah penyesuaian. Salah satunya terkait besaran hadiah lomba yang mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu total anggaran hadiah mencapai sekitar Rp39 juta, pada Festival Lampu Colok 2026 jumlah tersebut tidak lagi sebesar itu. Pengurangan dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.
Meski hadiah berkurang,
"Kami optimistis antusiasme masyarakat tidak akan surut," kata Edi.Ia bahkan menyebut pihaknya berencana turun langsung mengunjungi sejumlah lokasi pemasangan lampu colok yang dibuat oleh masyarakat di berbagai wilayah Bengkalis.
Dari kunjungan tersebut, pemerintah daerah akan memilih salah satu lokasi terbaik untuk dijadikan tempat pembukaan festival. Jika tidak ada halangan, kegiatan pembukaan tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Bengkalis.
Sementara itu, penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dijadwalkan berlangsung pada malam halal bihalal setelah Hari Raya Idulfitri 2026 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah. Bagi masyarakat Bengkalis, festival ini bukan sekadar perlombaan, melainkan perayaan budaya sebuah bukti bahwa cahaya tradisi lampu colok akan terus menyala di setiap Ramadan.
Komentar Anda :