Sungai Pakning, Riauline.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Pakning menyajikan menu roti isi keju, daging, dan telur yang dilengkapi kurma, susu, serta alpukat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (5/3/2026). Menu tersebut diklaim telah memenuhi prinsip gizi beragam, bergizi, dan berimbang.
Kepala SPPG Sungai Pakning, Ira Purnama Sari, mengatakan seluruh menu yang dibagikan kepada siswa telah melalui perencanaan dan perhitungan nilai gizi secara cermat. Setiap komponen dipilih berdasarkan kebutuhan energi anak usia sekolah.
Menurut Ira, prinsip 3B Beragam, Bergizi, dan Berimbang menjadi acuan dalam penyusunan menu. Unsur karbohidrat, protein hewani, produk susu, dan buah dikombinasikan dalam satu paket sajian.
Ia menjelaskan, protein dari daging dan telur berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Keju dan susu menjadi sumber kalsium untuk kesehatan tulang, sementara alpukat menyumbang lemak sehat dan kurma memberikan energi alami serta serat.
SPPG juga memaparkan rincian biaya bahan dalam porsi kecil, antara lain susu Rp7.600, roti Rp6.000 untuk dua potong, kurma Rp1.200, rendang daging Rp8.000, dan telur puyuh Rp1.200. Seluruh bahan disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi anak sekolah.
'Berdasarkan hasil perhitungan, porsi kecil mengandung energi 684,8 kilokalori, protein 27,8 gram, lemak 27,2 gram, karbohidrat 84,6 gram, dan serat 4,1 gram. Sementara porsi besar menyediakan energi 726,1 kilokalori, protein 29,4 gram, lemak 28,4 gram, karbohidrat 90,9 gram, dan serat 4,5 gram," jelas Ira.
Ira menegaskan, takaran porsi telah dihitung agar mencukupi kebutuhan energi harian siswa tanpa berlebihan. Perhitungan tersebut mengacu pada standar kebutuhan gizi anak usia sekolah.
Di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, SPPG Sungai Pakning memilih membuka data kandungan gizi kepada masyarakat. Transparansi tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait kualitas menu.
Selain kandungan nutrisi, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian. Petugas memastikan bahan dalam kondisi segar dan proses pengolahan dilakukan secara higienis sebelum makanan didistribusikan.
Program MBG bertujuan membantu pemenuhan asupan gizi siswa agar lebih fokus dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar. Asupan energi yang cukup diharapkan dapat mendukung konsentrasi dan daya tahan tubuh anak.
“Setiap porsi yang kami siapkan adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Ira Purnama Sari, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjalankan program tersebut.
Komentar Anda :