Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Belatung di Balik Makanan Gratis, Ketika Program Gizi Anak Kota Duri Dipertanyakan
Jumat, 23-01-2026 - 14:50:31 WIB | Alfis
Unggahan dari salah seorang warga Duri terkait ditemukannya makanan yang sudah dalam kondisi belatung ya g diperuntukan kepada siswa sekolah melalui program Makan Bergizi Gratis.
TERKAIT:
   
 

Duri,Riauline.com - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang sebagai jaring pengaman gizi bagi anak-anak sekolah di Kota Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis mendadak menjadi sorotan publik. Alih-alih menghadirkan rasa aman bagi orang tua dan siswa, program ini justru memantik kegelisahan setelah sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan makanan yang diduga tidak layak konsumsi.


Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook bernama Sapitri dan dengan cepat menjadi viral. Dalam foto dan video yang dibagikannya, terlihat buah dalam paket MBG yang sudah dipenuhi belatung. Visual itu sontak memancing emosi warganet, terlebih karena makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.


Dengan nada kesal, Sapitri meluapkan kekecewaannya terhadap pihak penyedia MBG. Ia menilai makanan yang jelas-jelas tidak layak seharusnya dibuang, bukan malah dibagikan kepada siswa. Ungkapan itu seolah mewakili kegundahan banyak orang tua yang mempercayakan asupan anaknya pada program pemerintah.


“Ini buah yang sudah penuh belatung dikasih ke anak. Pakai otak sedikit,” tulisnya dalam unggahan tersebut beberapa waktu yang lalu. Kalimat itu menyulut perdebatan luas, bahkan disertai tudingan keras soal kemungkinan praktik tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG.


Reaksi warganet pun mengalir deras. Banyak yang mempertanyakan bagaimana proses pengawasan kualitas makanan bisa kecolongan hingga kondisi seperti itu lolos distribusi. Sebagian lainnya menuntut transparansi, audit terbuka, dan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian.


Program MBG sejatinya merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan anak sekolah. Di atas kertas, program ini membawa harapan besar: menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, dan memastikan setiap anak mendapat asupan sehat yang layak.


Namun temuan di Kota Duri justru memunculkan tanda tanya besar. Apakah proses pengadaan bahan pangan telah mengikuti standar keamanan? Bagaimana mekanisme penyimpanan dan distribusinya? Dan yang paling krusial, di mana fungsi pengawasan saat makanan itu disalurkan ke sekolah?


Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyedia MBG maupun instansi terkait di Kota Duri. Keheningan ini menambah keresahan publik yang menanti penjelasan, sekaligus langkah cepat untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.


Kasus ini tidak sekadar soal buah busuk dalam satu paket makanan. Ia mencerminkan betapa rapuhnya sebuah program besar jika pengawasan di lapangan lemah. Anak-anak, sebagai penerima manfaat utama, justru berisiko menjadi korban dari sistem yang lalai.


Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa program sosial, sekecil apa pun detailnya, menyangkut masa depan generasi. Publik berharap ada investigasi menyeluruh dan tindakan tegas, agar MBG benar-benar menjadi simbol kepedulian negara terhadap gizi anak, bukan sekadar program yang indah di atas kertas.


 


Kepala SDN 23 Mandau, Syafrida saat dihubungi  membenarkan bahwa kejadian MBG diduga berbelatung tersebut berada di sekolahnya yang beralamat di Jalan Sejahtera, Duri, Mandau.


"Iya, benar, kami pihak sekolah tidak mengetahui pasti, karena MBG nya dibawa pulang ke rumah masing-masing," pungkasnya


 




 
Berita Lainnya :
  • Belatung di Balik Makanan Gratis, Ketika Program Gizi Anak Kota Duri Dipertanyakan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Gebyar PBB-P2 Desa Api-Api: Bayar Pajak Dapat Hadiah, Warga Antusias Dukung Pembangunan Daerah
    02 Pertalite Eceran Kian Mahal di Bengkalis, Pengecer Mengaku Terjepit Biaya Tambahan
    03 Pertalite Bersubsidi dalam Sorotan, Dugaan Perlakuan Berbeda di Bengkalis
    04 Dari Pajak untuk Pembangunan: Desa Api-Api Gencarkan Kesadaran Warga Bayar PBB-P2
    05 Hasil Join Operation : Lapas Bengkalis Bersama Polri Ungkap Peredaran Narkoba di Bengkalis
    06 Pengiriman 10 Kg Sabu ke Pangkalan Kerinci Digagalkan Bareskrim Polri
    07 Jembatan Harapan di Ujung Negeri, Merah Putih Presisi Hubungkan Mimpi Warga Ketam Putih
    08 Panen Harapan dari Pesisir Muntai Barat, TNI AL dan Petani Buktikan Lahan Tidur Menjadi Sumber Pangan
    09 Polemik KTA PWI Bengkalis Memanas, Dahari: “Ini Seperti Maling Teriak Maling”
    10 Jaga Siak Kecil Tetap Bersih, Nicky Ajak Warga Disiplin Kelola Sampah
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com