Tiga Armada Kembali Berlayar, Antrean Roro Bengkalis–Sungai Pakning Mulai Terurai
BENGKALIS,Riauline.com -Pagi di pelabuhan Roro lintasan perlahan berubah. Deru mesin kapal kembali bersahutan, menandai harapan baru bagi ratusan pengendara yang selama beberapa hari terakhir harus bersabar dalam antrean panjang menunggu giliran menyeberang.
Setelah sempat dilanda kepadatan, kini tiga armada Roro telah kembali beroperasi penuh. KMP Swarna Putri, KMP Bahari Nusantara, dan KMP Mutiara Pertiwi II secara bersamaan melayani lintasan strategis tersebut. Kehadiran ketiga kapal ini menjadi angin segar bagi mobilitas warga dan distribusi logistik yang sempat tersendat.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di kedua pelabuhan mulai bergerak. Truk logistik, mobil pribadi, hingga sepeda motor tak lagi terjebak berjam-jam tanpa kepastian. Perlahan, arus kendaraan yang sempat menumpuk mulai terurai, memberi napas lega bagi pengguna jasa penyeberangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah menyampaikan rasa syukur atas kembalinya operasional armada secara lengkap. “Alhamdulillah, hari ini sudah tiga kapal yang beroperasi. Dengan tambahan armada ini, antrean kendaraan di dua pelabuhan sudah mulai terlihat bergerak,” ujarnya, Jumat (19/12/25).
Kadishub menjelaskan, KMP Bahari Nusantara baru saja kembali dari proses docking pada malam sebelumnya. Tanpa menunggu lama, kapal tersebut langsung dioperasikan untuk membantu mengurai antrean yang sudah terlanjur mengular. Sementara itu, KMP Mutiara Pertiwi II yang sebelumnya mengalami gangguan teknis kini telah pulih dan kembali melayani penyeberangan.
Bagi masyarakat Bengkalis, lintasan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan nadi kehidupan. Ketika kapal berkurang, denyut ekonomi ikut melambat. Pedagang, sopir, hingga penumpang umum merasakan langsung dampaknya. Karena itu, kembalinya tiga armada sekaligus terasa seperti membuka kembali pintu-pintu aktivitas yang sempat tertutup.
Di tengah antrean yang mulai menyusut, wajah-wajah lega tampak di antara para pengendara. Klakson tak lagi bernada keluh kesah, melainkan penanda kendaraan yang akhirnya bergerak menuju kapal. Suasana pelabuhan yang sempat tegang kini berangsur normal.
Dishub Bengkalis memperkirakan, jika operasional berjalan lancar dan cuaca mendukung, kepadatan kendaraan akan semakin berkurang.
“Mudah-mudahan antrean yang terjadi saat ini berangsur mengurai, dan diperkirakan lusa keadaan sudah kembali normal seperti sediakala,” kata Ardi optimistis.
Meski demikian, pihak berwenang tetap mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kedisiplinan pengguna dinilai penting agar proses bongkar muat dan keberangkatan kapal berjalan efektif.
Dengan tiga armada kembali berlayar, lintasan Bengkalis–Sungai Pakning seolah menemukan ritmenya lagi. Dari pelabuhan yang sempat sesak oleh antrean, kini perlahan berubah menjadi jalur penghubung yang kembali mengalirkan kehidupan tenang, bergerak, dan penuh harapan.
Komentar Anda :