DLH Bengkalis Panggil Manajemen PT MAS Terkait Dampak Bau Menyengat Limbah Tankos
Jumat, 28-11-2025 - 13:56:51 WIB | Alfis
 |
| Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis |
BENGKALIS,Riauline.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis merespons cepat keluhan warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari tumpukan limbah tandan kosong (tankos) milik PT Meskom Agro Sarimas (MAS). Bau tersebut telah menimbulkan keresahan karena dirasakan hingga ke permukiman warga di sekitar areal perkebunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis, Agus Susanto, menegaskan bahwa pemanfaatan limbah untuk kebutuhan perkebunan memang merupakan upaya yang patut didukung. Namun, ia menekankan bahwa setiap penerapan harus memperhitungkan dampak yang mungkin timbul, terutama gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
"Pemanfaatan limbah seperti tankos memiliki prosedur dan tata cara yang harus dipatuhi perusahaan. Mulai dari proses penyimpanan, pengangkutan, hingga aplikasi di lapangan, semuanya wajib mengikuti standar pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan.," ungkap Agus ketika dikonfirmasi, Jumat (28/11/25)
Ia menyebutkan, pengelolaan yang baik seharusnya mampu meminimalisir munculnya bau menyengat dan potensi gangguan lainnya. Karena itu, DLH menilai perlunya evaluasi terhadap metode pemanfaatan tankos yang diterapkan PT MAS saat ini.
Sebagai langkah penegakan, DLH melalui Bidang Penaatan akan segera memanggil manajemen PT MAS untuk dimintai penjelasan resmi. Pemanggilan tersebut bertujuan memastikan sejauh mana perusahaan menerapkan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan terhadap limbah tankosnya.
“DLH akan meminta klarifikasi lengkap dari pihak perusahaan. Kita ingin memastikan bahwa proses pemanfaatan limbah dilakukan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Agus.
DLH juga berkomitmen melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan dampak bau yang dikeluhkan warga dapat segera ditangani. Pemerintah berharap perusahaan mengambil langkah cepat dan bertanggung jawab dalam mengatasi persoalan ini agar kenyamanan masyarakat kembali pulih.
Agus menambahkan, DLH tidak akan segan memberikan rekomendasi tindakan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pengelolaan limbah perusahaan. Ia menyebut kenyamanan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
DLH berharap pihak perusahaan bersikap kooperatif dan segera memberikan klarifikasi serta melakukan perbaikan jika ditemukan kekurangan.
“Kita ingin agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Semua pihak harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” tutup Agus.
Komentar Anda :