KMP Mutiara Pertiwi Rusak, Layanan Roro Bengkalis–Pakning Hanya Dua Kapal
Kamis, 27-11-2025 - 17:17:05 WIB | Alfis
 |
| KMP Mutiara Pertiwi |
BENGKALIS,Riauline.com - Pelayanan penyeberangan Bengkalis–Sungai Pakning pada Kamis (27/11/25) mengalami pengurangan armada. Dari tiga kapal yang biasanya beroperasi, hanya dua unit yang dapat melayani pengguna jasa setelah KMP Mutiara Pertiwi mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis Ardiansyah, melalui Kabid Pelayaran Edi Kurniawan, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kerusakan terjadi pada bagian ramdoor KMP Mutiara Pertiwi hingga membuat kapal itu tidak dapat melanjutkan operasional.
“Hari ini hanya dua kapal yang beroperasi, yaitu KMP Swarna Putri dan KMP Swarna Dharma. KMP Mutiara Pertiwi sedang dalam perbaikan karena kerusakan ramdoor,” ujar Edi Kurniawan.
Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan sedang dilakukan secara intensif agar tidak mengganggu pelayanan terlalu lama. Diperkirakan pekerjaan perbaikan dapat selesai dalam waktu dekat.
“Kita berharap perbaikannya cepat tuntas. Jika tidak ada kendala, besok KMP Mutiara Pertiwi sudah bisa kembali melayani masyarakat,” lanjut Edi.
Sementara itu, Dishub Bengkalis mengimbau pengguna jasa penyeberangan agar menyesuaikan waktu perjalanan mengingat antrean kendaraan berpotensi meningkat akibat berkurangnya satu armada.
Edi menambahkan, selain kerusakan yang terjadi pada KMP Mutiara Pertiwi, layanan penyeberangan akan kembali berkurang pada akhir bulan ini.
“Mulai 30 November 2025, KMP Swarna Dharma tidak dapat beroperasi karena izin berlayarnya habis. Kapal tersebut akan masuk docking untuk perawatan,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, Dishub Bengkalis tengah menyiapkan langkah antisipasi agar pelayanan tetap berjalan meski dengan keterbatasan kapal. Masyarakat diharapkan tetap bersabar dan memantau informasi resmi terkait jadwal penyeberangan.
Pihak Dishub juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus transportasi laut, terutama pada jalur strategis Bengkalis–Sungai Pakning yang menjadi salah satu akses vital mobilitas warga dan logistik.
Komentar Anda :