Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Di Balik Deru Mesin Kilang, Ada Kisah Kepedulian MWT RU II Sungai Pakning
Senin, 24-11-2025 - 16:32:26 WIB | Alfis
Peringatan HUT Ke-8 KPI yang digelar secara daring. Meski hanya melalui layar, semangat kebersamaan terpancar. Ada senyum, ada doa, dan ada rasa syukur yang membungkus perjalanan panjang perusahaan.
TERKAIT:
   
 

BENGKALIS,Riauline.com - Di tengah deru mesin dan aroma khas industri yang memenuhi udara, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Sungai Pakning terus bergerak menjaga denyut keselamatan operasi. Namun, pada Rabu (12/11/25), suasana kilang terasa berbeda. Ada langkah-langkah manajemen yang bukan hanya membawa catatan evaluasi, tetapi juga kepedulian dan ruang dialog yang begitu manusiawi.


VP Subsidiary Risk Management PT Pertamina (Persero), Bonifasius Harson Muryanto, memimpin Management Walkthrough (MWT) dengan tujuan memastikan standar HSSE berjalan tepat. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah cara ia mendekati pekerja: menyapa, bertanya, dan mendengarkan. Di antara percakapan itu, tampak wajah-wajah pekerja yang merasa dihargai bukan sekadar nomor atau bagian dari sistem besar industri.


Didampingi Manager Production RU II Sungai Pakning, Ririanti Safrida, Bonifasius menelusuri area operasi satu per satu. Di setiap titik, mereka berhenti, menyalami pekerja, dan mendengarkan cerita tentang bagaimana mereka menjaga keselamatan dalam rutinitas yang terkadang penuh risiko. Interaksi kecil ini memberi makna besar, bahwa keselamatan bukan hanya aturan, tetapi perjalanan yang dibangun bersama manusia di dalamnya.


Kehadiran jajaran manajemen lain seperti Awangga Gesang Wijaya, Muhamad Anis, Ivonne Deasy, dan Malvina Sri H turut memperkuat pesan bahwa pengendalian risiko adalah kerja kolektif. Mereka melihat, mencatat, dan berdialog, namun yang paling penting mereka hadir. Kehadiran yang membawa kehangatan di tengah lingkungan kerja yang penuh tuntutan.


Bagi pekerja, MWT bukan sekadar inspeksi. Ini menjadi ruang untuk mengungkapkan keluh kesah yang mungkin tidak tersampaikan di rapat formal. “Kami ingin operasi aman, tapi kami juga ingin pulang selamat setiap hari,” ucap seorang pekerja dengan nada tulus. Ungkapan sederhana yang menyentuh, mengingatkan bahwa keselamatan adalah tentang nyawa, keluarga, dan masa depan.


Dari kilang yang sibuk, agenda kemudian beralih ke suasana yang lebih tenang namun sarat makna: peringatan HUT Ke-8 KPI yang digelar secara daring. Meski hanya melalui layar, semangat kebersamaan terpancar. Ada senyum, ada doa, dan ada rasa syukur yang membungkus perjalanan panjang perusahaan.


Perayaan itu dilanjutkan dengan aksi yang menyentuh hati: penyerahan santunan kepada Panti Asuhan Al-Fajar. Di balik megahnya industri yang mereka kelola, para insan kilang memilih untuk membagi sebagian rezeki kepada anak-anak yang hidup tanpa orang tua. Ada pesan yang sangat kuat di sana bahwa kemajuan tidak berarti apa-apa jika tak diiringi kepedulian.


Santunan yang diberikan memang tak menyelesaikan semua masalah, tetapi bagi anak-anak panti, perhatian itu menjadi cahaya kecil yang menyalakan harapan. Bagi perusahaan, ini adalah cerminan bahwa operasional yang baik bukan hanya aman dan efisien, tetapi juga membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.


“MWT dan HUT ini menjadi momentum kami untuk bersyukur dan berbagi,” ungkap Ririanti Safrida. Kalimat itu terdengar sederhana, namun mengandung nilai besar. Di Sungai Pakning, di antara mesin-mesin besar dan ritme industri yang tak henti bergerak, manusia tetap menjadi pusat dari segala upaya. Dan di situlah kilang ini menemukan jati dirinya bukan hanya sebagai penjaga energi, tetapi juga penjaga kepedulian.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Di Balik Deru Mesin Kilang, Ada Kisah Kepedulian MWT RU II Sungai Pakning
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 PAH Diserahkan kepada Warga Liang Banir, 33 Unit Dialokasikan untuk Keluarga Kurang Mampu
    02 DLH Bengkalis Panggil Manajemen PT MAS Terkait Dampak Bau Menyengat Limbah Tankos
    03 Menjaga Laut Tetap Aman, Kolaborasi KPI RU II dalam Simulasi Penyelamatan di Perairan Bengkalis
    04 KMP Mutiara Pertiwi Rusak, Layanan Roro Bengkalis–Pakning Hanya Dua Kapal
    05 Di Usia ke-80, PGRI Bukit Batu Pulangkan Ingatan: "Guru Senior Dijemput, Pengabdian Dihargai”
    06 Terkait Aroma Busuk Limbah Tankos, Ini Jawaban PT Meskom Agro Sarimas
    07 Bau Menyengat dari Limbah Tankos Ganggu Warga : “Lengket di Baju, Lalat Tak Terhitung”
    08 Tegaskan Komitmen Lindungi Masyarakat, Bea Cukai Bengkalis Musnahkan Barang Ilegal Rp1,8 Miliar
    09 JMSI 2025–2030 Dikukuhkan: Babak Baru Media Siber Indonesia di Era Kompetisi Digital
    10 Rahmad Naik Kelas ke Provinsi, Septian Nugraha Pimpin DPC PDI Perjuangan Bengkalis 2025–2030
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com