Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
KPI RU II Sungai Pakning dan BKKBN Riau Luncurkan Program TAMASYA untuk Perkuat Pengasuhan Anak Berkualitas
Rabu, 19-11-2025 - 09:52:30 WIB | Alfis
Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT KPI RU II Sungai Pakning dan BKKBN Provinsi Riau. Kerja sama ini juga menegaskan dukungan perusahaan terhadap pemberdayaan perempuan, khususnya pekerja yang membutuhkan lingkungan pengasuhan terpercaya bagi anak
TERKAIT:
   
 

BENGKALIS,Riauline.com - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Sungai Pakning bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau resmi meluncurkan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini. Program ini merupakan bentuk komitmen kedua lembaga dalam memperkuat peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan lebih awal telah dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025 di Wisma Komplek Pertamina Sungai Pakning.


Pelaksanaan Program TAMASYA diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT KPI RU II Sungai Pakning dan BKKBN Provinsi Riau. Dokumen ini menjadi dasar resmi pelaksanaan program yang dirancang untuk memberikan pengasuhan yang aman, terarah, serta berkelanjutan melalui pembinaan Taman Pengasuhan Anak (TPA). Kerja sama ini juga menegaskan dukungan perusahaan terhadap pemberdayaan perempuan, khususnya pekerja yang membutuhkan lingkungan pengasuhan terpercaya bagi anak-anak mereka.


Dalam kegiatan tersebut, dr. Alti Idah Anugrah dari BKKBN Provinsi Riau memaparkan materi mengenai peningkatan kapasitas pengasuhan anak. Ia menjelaskan strategi implementasi Program TAMASYA, mekanisme pendampingan, hingga pentingnya pendekatan pengasuhan berbasis keluarga yang hangat dan harmonis agar anak dapat berkembang secara optimal.


Manager Production PT KPI RU II Sungai Pakning, Ririanti Safrida, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program TAMASYA merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung Asta Cita 3: peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Menurutnya, pembangunan karakter anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan juga ekosistem sosial yang ada di sekelilingnya.


Ririanti menjelaskan bahwa nama “TAMASYA” dipilih karena mencerminkan suasana hangat, ramah, dan menyenangkan bagi anak. Ia berharap program ini mampu menanamkan kesadaran lebih luas mengenai pentingnya pengasuhan yang penuh kasih, terarah, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang. Keberadaan TPA binaan yang berkualitas, lanjutnya, akan memberikan ketenangan bagi para perempuan bekerja karena anak-anak berada dalam ruang pengasuhan yang aman dan terpantau.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Bengkalis, kader Posyandu, Persatuan Wanita Patra (PWP), Klinik Pratama, serta pengasuh TPA Aisyiyah. Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pengasuhan yang lebih baik di wilayah sekitar operasional perusahaan.


Melalui forum diskusi yang digelar, para peserta menyusun rencana tindak lanjut untuk meningkatkan standar pelayanan pengasuhan anak. Pada kesempatan tersebut, TPA Aisyiyah resmi ditetapkan sebagai TPA binaan PT KPI RU II Sungai Pakning yang akan menerima pendampingan secara bertahap, meliputi peningkatan kualitas pengasuh, penyediaan fasilitas, serta penerapan standar layanan yang lebih komprehensif.


Program TAMASYA diharapkan mampu menjadi langkah kolaboratif yang tidak hanya memperkuat pengasuhan anak usia dini, tetapi juga meningkatkan kemandirian perempuan. Dengan adanya dukungan pengasuhan yang terstruktur, perempuan khususnya ibu bekerja dapat menjalankan aktivitas profesional tanpa khawatir terhadap keselamatan dan perkembangan anak mereka.


Melalui program ini, PT KPI RU II Sungai Pakning dan BKKBN Provinsi Riau menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. Kehadiran TAMASYA diharapkan menjadi model pengasuhan anak berbasis kolaborasi yang dapat diaplikasikan di berbagai wilayah sebagai bentuk investasi masa depan bangsa.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • KPI RU II Sungai Pakning dan BKKBN Riau Luncurkan Program TAMASYA untuk Perkuat Pengasuhan Anak Berkualitas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Pupuk Bersubsidi Dikorupsi, Enam Penyuluh Pertanian di Pelalawan Masuk Tahanan, Negara Rugi Rp34 Miliar
    02 Pagi Sunyi di Jalan Dewi Sartika Mandau, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya
    03 Belajar Rendah Hati Melayani Negeri, Pesan Afni Zulkifli untuk ASN Siak
    04 Dua Saudari, Satu Jalan Terakhir: Tragedi di Lintas Bangkinang–Pekanbaru
    05 OTT DJP Diguncang KPK: Negara Tegas Bersih-Bersih Pajak, Layanan Publik Tetap Jalan
    06 SpektrumID.com Resmi Mengudara dari Kantor Baru, Menegaskan Arah Baru Media Digital Riau
    07 ABK KM Makmur Jaya 89 Ditemukan Tewas di Perairan Muntai, Operasi SAR Diwarnai Cuaca Buruk dan Kapal Basarnas Kehabisan BBM
    08 Kembali ke Tanah Kelahiran, AKP Tony Armando Emban Amanah Kapolsek Rupat Utara
    09 Kapal Basarnas Kehabisan BBM Saat Operasi SAR, TNI AL Bengkalis Bersama Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Dramatis
    10 KMP Sereia Domar Tiba di Bengkalis, Asa Baru Pelayanan Penyeberangan Roro
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com