Siak,Riauline.com - Di awal pekan kerja, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Ia mengingatkan agar para pelayan publik tidak pernah merasa malu untuk meminta maaf kepada masyarakat apabila belum mampu memberikan pelayanan terbaik.
Bagi Afni, merendahkan diri di hadapan rakyat bukanlah tanda kelemahan, melainkan adab tertinggi seorang pelayan publik. Menurutnya, kesadaran bahwa ASN bekerja untuk melayani bukan dilayani harus tertanam kuat dalam setiap diri aparatur pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikan Afni saat memberikan motivasi kepada jajaran pegawai Pemkab Siak. Ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Pelayanan bukan soal jabatan, tapi soal ketulusan dan tanggung jawab,” ujar mantan wartawan itu, Senin (12/1/2026). Kalimat singkat tersebut menjadi penegasan bahwa esensi birokrasi bukan terletak pada struktur kekuasaan, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Afni juga mengapresiasi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang konsisten memberikan arahan dan semangat kepada pegawai setiap pagi. Menurutnya, kebiasaan kecil seperti itu mampu membentuk karakter aparatur yang lebih peduli terhadap kualitas pelayanan publik.
Sebagai perempuan pertama yang menjabat Bupati Siak, Afni mendorong perubahan paradigma pelayanan melalui penerapan konsep New Public Management (NPM). Dalam konsep ini, masyarakat diposisikan sebagai pelanggan yang berhak memperoleh layanan terbaik, cepat, dan berkualitas.
“Pelayanan tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga kualitas layanan dan kepuasan masyarakat,” katanya. Di tengah tuntutan perubahan tersebut, Afni menegaskan pentingnya keberanian aparatur untuk mengakui keterbatasan dan tidak alergi terhadap kritik.
Pada hari yang sama, Afni bertolak ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, untuk menghadiri agenda penandatanganan komitmen bersama penerapan manajemen talenta instansi. Forum tersebut dihadiri Kepala BKN RI, para gubernur, serta kepala daerah se-Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dalam agenda itu, Afni turut menyoroti persoalan 3.590 tenaga honorer non-database di lingkungan Pemkab Siak. Ia bahkan telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, guna mencari kejelasan langkah hukum tanpa mengabaikan keadilan bagi para honorer yang telah lama mengabdi.
Afni juga menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk menghentikan perekrutan honorer dalam bentuk apa pun, sesuai kebijakan pemerintah pusat sejak 2022.
“Fokus kita adalah menyelesaikan yang ada, bukan menambah masalah,” ujarnya, seraya mengajak seluruh ASN Siak bekerja dengan hati dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
Komentar Anda :