Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Dari Kursi Gubernur ke Rompi Oranye, Abdul Wahid Tiba di Pekanbaru di Bawah Pengawalan Ketat
Rabu, 11-03-2026 - 12:57:18 WIB | Alfis
Abdul Wahid memakai rompi orange dibawa KPK dari Jakarta ke Pekanbaru untuk menjalin proses sidang tipikor.
TERKAIT:
   
 

Pekanbaru,Riauline.com - Pagi di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (11/3/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah lalu lalang penumpang yang baru mendarat dan antre mengambil bagasi, perhatian tiba-tiba tertuju pada rombongan aparat yang berjalan cepat keluar dari terminal kedatangan domestik.


Di tengah pengawalan itu tampak sosok yang tak asing bagi masyarakat Riau. Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid melangkah dengan rompi tahanan berwarna oranye khas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedua tangannya terborgol, wajahnya tertutup masker dan topi hitam. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 172 yang membawanya dari Jakarta mendarat sekitar pukul 09.25 WIB.
Sekitar dua puluh menit kemudian, Wahid keluar dari area terminal. Langkahnya singkat dan cepat. Wajahnya datar, nyaris tanpa ekspresi.


Di sisi kiri dan kanan, petugas KPK, kejaksaan, serta personel Satuan Brimob Polda Riau mengawal ketat setiap gerak rombongan.
Bersama Wahid, turut dibawa dua tersangka lain dalam perkara yang sama, yakni mantan Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau Muhammad Arif Setyawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam. Keduanya juga mengenakan rompi tahanan oranye saat keluar dari terminal kedatangan.


Ketika melintas menuju mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Pekanbaru, sejumlah awak media mencoba menghampiri. Berbagai pertanyaan dilontarkan, mulai dari tanggapan atas kasus yang menjeratnya hingga kondisi kesehatannya.


Namun Wahid memilih tetap diam. Ia hanya menjawab singkat ketika ditanya soal kondisinya. “Sehat,” ujarnya pendek, sebelum melangkah masuk ke kendaraan tahanan yang sudah menunggu.


Kedatangan rombongan ini sontak menarik perhatian warga yang berada di ruang kedatangan bandara. Beberapa penumpang berhenti sejenak untuk melihat dari kejauhan. Di tengah kerumunan kecil itu, sempat terdengar teriakan seorang pendukung yang menyatakan bahwa Wahid tidak bersalah.


Setelah proses administrasi singkat di Pekanbaru, ketiga tersangka langsung dibawa menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru. Sebelumnya, Wahid menjalani penahanan di Rutan Gedung ACLC KPK Jakarta, sedangkan Arif dan Dani ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK.


Pemindahan tersebut dilakukan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan berkas perkara ketiganya lengkap atau P-21. Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Selasa, 10 Maret 2026.


Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menjelaskan, perkara ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pekanbaru pada 3 November 2025. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan permintaan fee proyek di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.


Dalam pertemuan pada Mei 2025, Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Riau Ferry Yunanda disebut mengumpulkan enam Kepala UPT Wilayah I hingga VI. Dalam pertemuan itu dibahas kesanggupan pemberian fee sebesar 2,5 persen dari proyek yang bersumber dari penambahan anggaran 2025 untuk UPT Jalan dan Jembatan.


Anggaran yang semula Rp71,6 miliar kemudian meningkat menjadi Rp177,4 miliar atau bertambah sekitar Rp106 miliar. Dari skema tersebut, total dana yang berhasil dikumpulkan secara bertahap dari Juni hingga November 2025 mencapai Rp4,05 miliar dari target Rp7 miliar, dan kini menjadi bagian dari perkara yang menanti pembuktian di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.


 




 
Berita Lainnya :
  • Dari Kursi Gubernur ke Rompi Oranye, Abdul Wahid Tiba di Pekanbaru di Bawah Pengawalan Ketat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Dunny Duvira Harapkan Ranting PGRI 4 Bukit Batu Jadi Motor Kemajuan Pendidikan
    02 Pelabuhan Batu Panjang Diproyeksikan Jadi Gerbang Baru Transportasi Laut Pulau Rupat
    03 Dari Laporan Warga ke Penangkapan, Sembilan Paket Sabu Digagalkan Polsek Siak Kecil
    04 Dari Duri untuk Bengkalis: Musancab PDIP Perkuat Barisan, Kawal Pembangunan Daerah
    05 Tiga Paket Sabu dan Sebuah Pengungkapan di Rawa Panjang
    06 PGRI Bukit Batu Kukuhkan Pengurus Baru, Siap Perkuat Solidaritas dan Majukan Pendidikan
    07 Teror Api di Batang Duku Terungkap, Polisi Tetapkan Tersangka Pembakaran Rumah yang Tewaskan Pasutri Lansia
    08 Semangat Berkurban dan Kebersamaan, IKMR Bukit Batu Sembelih Hewan Kurban untuk Warga
    09 Teror Kebakaran Hantui Warga Batang Duku, Lima Rumah Ludes dalam Dua Bulan dan Telan Korban Jiwa
    10 Polsek Bukit Batu Tinjau Penanaman Nenas di Desa Tanjung Leban, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com