Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Misteri Hidung Pesawat Garuda Penyok di Pekanbaru, Pendaratan Selamat yang Menyisakan Tanda Tanya
sabtu, 07-03-2026 - 19:11:00 WIB | Alfis
Terlihat hidung pesawat Garuda penyok saat berada di bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.
TERKAIT:
   
 

Pekanbaru,Riauline.com - uasana tenang di terminal kedatangan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tiba-tiba berubah menjadi penuh perhatian. Sebuah pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 176 yang baru saja mendarat dari Jakarta menjadi pusat sorotan. Bukan karena kedatangan penting, melainkan karena kondisi hidung pesawat yang tampak penyok di sisi kiri.


Pesawat tersebut mendarat dengan selamat pada Sabtu (7/3/26) sore sekitar pukul 17.15 WIB setelah menempuh perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta. Awalnya, tidak ada yang mencurigakan dari proses pendaratan. Namun saat teknisi dan kru melakukan pemeriksaan visual di area apron, mereka menemukan kerusakan serius pada bagian radome atau moncong depan pesawat.


Bagian radome merupakan komponen vital pada pesawat karena di dalamnya tersimpan radar cuaca yang menjadi “mata” bagi pilot ketika menembus awan tebal. Kerusakan pada bagian ini tentu bukan perkara sepele. Tak heran jika temuan tersebut langsung memicu perhatian serius dari petugas bandara.
Dari kejauhan, lekukan pada hidung pesawat terlihat jelas. Sebuah video singkat yang beredar di media sosial bahkan memperlihatkan kedalaman penyok pada material komposit pelindung radar itu. Sejumlah saksi mata di apron menyebut kerusakan tersebut cukup mencolok hingga dapat terlihat dari area parkir pesawat.


General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, membenarkan adanya kerusakan tersebut saat dikonfirmasi awak media. Menurutnya, pihak maskapai bersama otoritas bandara langsung mengisolasi area sekitar pesawat untuk kepentingan investigasi awal.


“Penyebab benturan sampai dengan saat ini masih diinvestigasi dan evaluasi,” ujar Achmad saat memberikan keterangan resmi mengenai kondisi armada tersebut.


Sejumlah spekulasi pun mulai bermunculan mengenai penyebab kerusakan pada hidung pesawat. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan benturan benda asing atau yang dalam dunia penerbangan dikenal dengan istilah Foreign Object Damage.


Beberapa pengamat penerbangan memperkirakan pesawat mungkin mengalami bird strike atau tabrakan dengan burung saat proses pendaratan. Namun tim investigasi belum menemukan tanda-tanda seperti noda darah atau bulu pada area kerusakan, sehingga kemungkinan lain masih terus ditelusuri.


Investigasi yang dilakukan tidak hanya memeriksa bagian luar pesawat. Tim teknis juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap struktur internal di balik radome untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sistem radar cuaca yang sangat sensitif tersebut.
Di tengah proses penyelidikan, dampak langsung dari insiden ini dirasakan para penumpang yang hendak kembali ke Jakarta. Penerbangan lanjutan Garuda Indonesia GA 179 dari Pekanbaru menuju Jakarta terpaksa dibatalkan demi alasan keselamatan.


Situasi di ruang keberangkatan sempat dipenuhi penumpang yang menunggu kepastian jadwal penerbangan mereka. Pihak maskapai kemudian bergerak cepat melakukan pengalihan penerbangan agar para penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan.
Sebanyak 143 penumpang akhirnya dialihkan ke penerbangan Citilink QG 033 menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat tersebut berhasil lepas landas dari Pekanbaru pada pukul 19.12 WIB di tengah rintik hujan yang menyelimuti kawasan bandara.


Bagi para penumpang yang baru saja turun dari GA 176, kejadian ini meninggalkan kesan mendalam. Seorang penumpang mengaku terkejut saat melihat kondisi hidung pesawat dari balik kaca terminal. Meski demikian, rasa syukur tetap mengiringi mereka karena pesawat masih dapat mendarat dengan aman tanpa menimbulkan kepanikan di dalam kabin.


Kini, pesawat Garuda Indonesia GA 176 masih berada di hanggar Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan perbaikan pada bagian radome. Sementara itu, hasil investigasi resmi masih ditunggu untuk mengungkap misteri benturan yang membuat hidung pesawat tersebut penyok.


 




 
Berita Lainnya :
  • Misteri Hidung Pesawat Garuda Penyok di Pekanbaru, Pendaratan Selamat yang Menyisakan Tanda Tanya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Dunny Duvira Harapkan Ranting PGRI 4 Bukit Batu Jadi Motor Kemajuan Pendidikan
    02 Pelabuhan Batu Panjang Diproyeksikan Jadi Gerbang Baru Transportasi Laut Pulau Rupat
    03 Dari Laporan Warga ke Penangkapan, Sembilan Paket Sabu Digagalkan Polsek Siak Kecil
    04 Dari Duri untuk Bengkalis: Musancab PDIP Perkuat Barisan, Kawal Pembangunan Daerah
    05 Tiga Paket Sabu dan Sebuah Pengungkapan di Rawa Panjang
    06 PGRI Bukit Batu Kukuhkan Pengurus Baru, Siap Perkuat Solidaritas dan Majukan Pendidikan
    07 Teror Api di Batang Duku Terungkap, Polisi Tetapkan Tersangka Pembakaran Rumah yang Tewaskan Pasutri Lansia
    08 Semangat Berkurban dan Kebersamaan, IKMR Bukit Batu Sembelih Hewan Kurban untuk Warga
    09 Teror Kebakaran Hantui Warga Batang Duku, Lima Rumah Ludes dalam Dua Bulan dan Telan Korban Jiwa
    10 Polsek Bukit Batu Tinjau Penanaman Nenas di Desa Tanjung Leban, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com