Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Ketika Keran Tak Lagi Mengalir, Harapan Warga Pakning Asal pada Reses Misliadi
Jumat, 14-11-2025 - 20:17:32 WIB | Alfis
Anggota DPRD Riau Misliadi melaksanakan reses di Desa Pakning Asal, sejumlah keluhan masyarakat salah satunya persoalan PDAM yang sering tak jalan sementara masyarakat sebagai pengguna sangat memerlukan air bersih tersebut.
TERKAIT:
   
 

BENGKALIS,Riauline.com – Suasana balai pertemuan Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, Jumat (14/11/2025), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan warga berkumpul dengan wajah penuh harap menyambut kunjungan reses Anggota DPRD Riau, Misliadi, SH.i, MM, legislator dari Daerah Pemilihan Bengkalis–Dumai–Meranti. Bagi warga, momen ini bukan sekadar acara formal, tetapi kesempatan langka untuk mengadukan persoalan yang telah mereka pendam berbulan-bulan.


Dari banyak isu yang muncul, satu persoalan paling menyesakkan yakni persoalan air bersih. Layanan PDAM Cabang Sungai Pakning yang selama ini menjadi tumpuan, kini tak lagi berfungsi. Warga menyebut aliran air macet total hingga lebih dari dua bulan. Di tengah aktivitas sehari-hari, mandeknya suplai air menjadi beban yang sulit mereka tanggung.


Muchti, salah satu warga yang hadir, tak mampu menyembunyikan kegelisahannya. Di depan wakil rakyat yang datang ke desa mereka, ia mengungkapkan keluh kesah yang selama ini menumpuk. 


“Kami di sini sangat kesulitan air bersih. PDAM sudah dua bulan tak hidup sama sekali. Kami berharap Pak Misliadi bisa memperjuangkan Pamsimas supaya kebutuhan dasar kami ini terpenuhi,” ujarnya.


Keluhan serupa juga mengalir dari warga lainnya, Wawan. Baginya, ketiadaan air bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyentuh kebutuhan paling mendasar. 


“Kalau hujan, kami tampung air. Kalau kemarau, kami harus beli air galon. Tolong Pak, ini kebutuhan mendesak bagi kami di Pakning Asal,” katanya dengan nada penuh harap.


Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga saling menguatkan satu sama lain. Mereka berharap kunjungan reses tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi jalan keluar bagi persoalan air bersih yang tak kunjung teratasi. Situasi ini menunjukkan betapa vitalnya program Pamsimas bagi mereka.


Menanggapi aspirasi tersebut, Misliadi menyampaikan komitmen yang tegas. Mantan Aktivis Mahasiswa UIN Suska Riau itu menyadari bahwa air bersih adalah fondasi kehidupan. 


"Ini aspirasi yang sangat penting. Air bersih adalah kebutuhan dasar. Saya pastikan usulan Pamsimas untuk Desa Pakning Asal akan saya bawa dan perjuangkan di Dinas PUPR Provinsi Riau. InsyaAllah kita upayakan agar program ini dapat direalisasikan,” ujarnya.


Sebagai tokoh yang lama berkecimpung dalam berbagai organisasi, termasuk pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) Pekanbaru, Misliadi memahami betul arti perjuangan warga desa dalam menuntut hak dasar mereka. Janji itu sontak memberi secercah harapan baru bagi masyarakat yang mulai lelah dengan kondisi serba terbatas.


Pemerintah Desa Pakning Asal pun menyambut baik respon cepat dari legislator tersebut. Sekretaris Desa, Muhammad Alfian, mengakui bahwa reses seperti ini sangat membantu, karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan.


 “Kami sangat berharap perjuangan Pak Misliadi membuahkan hasil. Program Pamsimas ini memang sangat dibutuhkan warga, apalagi kondisi PDAM yang sudah lama tidak berfungsi,” ungkapnya.


Alfian menambahkan bahwa kebutuhan air bersih di Pakning Asal seharusnya tidak bisa ditunda. Dengan kondisi geografis dan pertumbuhan penduduk, desa ini memerlukan solusi air bersih yang berkelanjutan. Ia berharap aspirasi masyarakat dapat diakomodasi dan direalisasikan tahun depan.


Di akhir pertemuan, suasana tampak sedikit lebih ringan. Meski keran air masih belum mengalir, harapan warga Pakning Asal seakan kembali hidup. Mereka pulang dengan keyakinan baru bahwa suara mereka telah disampaikan, dan perjuangan menuju akses air bersih yang layak kini berada lebih dekat dari sebelumnya.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Ketika Keran Tak Lagi Mengalir, Harapan Warga Pakning Asal pada Reses Misliadi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Pupuk Bersubsidi Dikorupsi, Enam Penyuluh Pertanian di Pelalawan Masuk Tahanan, Negara Rugi Rp34 Miliar
    02 Pagi Sunyi di Jalan Dewi Sartika Mandau, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya
    03 Belajar Rendah Hati Melayani Negeri, Pesan Afni Zulkifli untuk ASN Siak
    04 Dua Saudari, Satu Jalan Terakhir: Tragedi di Lintas Bangkinang–Pekanbaru
    05 OTT DJP Diguncang KPK: Negara Tegas Bersih-Bersih Pajak, Layanan Publik Tetap Jalan
    06 SpektrumID.com Resmi Mengudara dari Kantor Baru, Menegaskan Arah Baru Media Digital Riau
    07 ABK KM Makmur Jaya 89 Ditemukan Tewas di Perairan Muntai, Operasi SAR Diwarnai Cuaca Buruk dan Kapal Basarnas Kehabisan BBM
    08 Kembali ke Tanah Kelahiran, AKP Tony Armando Emban Amanah Kapolsek Rupat Utara
    09 Kapal Basarnas Kehabisan BBM Saat Operasi SAR, TNI AL Bengkalis Bersama Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Dramatis
    10 KMP Sereia Domar Tiba di Bengkalis, Asa Baru Pelayanan Penyeberangan Roro
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com