Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Drama Subuh di Pekanbaru: Gubernur Riau dan 7 Pejabat Diterbangkan KPK ke Jakarta
Selasa, 04-11-2025 - 12:10:34 WIB | Alfis
Gubernur Riau Abdul Wahid samapi di gedung KPK menggunakan kaos oblong putih setelah terjaring OTT oleh tim anti rasuah di Pekanbaru.
TERKAIT:
   
 

JAKARTA, Riauline.com — Suasana Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, mendadak berbeda pada Selasa (4/11/2025) pagi. Dalam senyap subuh yang biasanya diwarnai deru pesawat dan langkah para penumpang, tampak rombongan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawal delapan orang yang baru saja diamankan dari Bumi Lancang Kuning. Di antara mereka, Gubernur Riau Abdul Wahid terlihat mengenakan masker putih, berjalan cepat menuju pintu keberangkatan pesawat Citilink.


Penerbangan pukul 06.05 pagi itu menjadi saksi bisu perjalanan awal kasus besar yang kini tengah menyita perhatian publik Riau. Bersama Abdul Wahid, KPK juga memboyong Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Arief Setiawan, serta enam orang lainnya ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih, KPK.


Setibanya di Jakarta, tepat pukul 08.00 WIB, rombongan langsung digiring menuju pelataran parkir Gedung Merah Putih di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Tampak Abdul Wahid turun lebih dulu, disusul Arief Setiawan yang mengenakan masker serupa dan berjalan di belakangnya tanpa sepatah kata pun. Suasana hening, hanya suara langkah dan dering kamera wartawan yang memecah keheningan pagi itu.


Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kedatangan delapan orang tersebut. “Pagi ini delapan orang yang diamankan, termasuk Gubernur Riau, sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi dalam keterangannya kepada media. Ia menambahkan, seluruhnya akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi dasar operasi tangkap tangan (OTT) di Riau.


Meski demikian, Budi belum memastikan kapan konferensi pers resmi akan digelar. Hingga siang hari, pihak KPK masih melakukan serangkaian pemeriksaan dan verifikasi barang bukti yang diamankan dari lokasi penindakan di Pekanbaru. “Belum ada informasi soal jadwal konferensi pers dan status hukum para pihak yang dibawa ke Jakarta,” jelasnya.


Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, tim penyidik KPK sehari sebelumnya telah menyegel beberapa ruangan di Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau. Salah satu ruangan yang disegel adalah ruang kerja Arief Setiawan. Penyegelan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa penyidik tengah mendalami keterkaitan jabatan dan proyek yang sedang berjalan di lingkungan dinas tersebut.


Bagi masyarakat Riau, nama Arief Setiawan bukan sosok asing. Ia dikenal sebagai pejabat teknis yang kerap mendampingi Gubernur Abdul Wahid dalam berbagai kegiatan proyek infrastruktur provinsi. Kini, keduanya justru terlihat berdampingan dalam suasana yang sangat berbeda—bukan di lokasi pembangunan, melainkan di markas besar lembaga antirasuah.


Penyidik KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Jika ditemukan bukti awal yang cukup, KPK akan segera menetapkan tersangka dan mengumumkannya kepada publik melalui konferensi pers resmi. Hingga berita ini ditulis, publik masih menunggu kepastian arah kasus yang berawal dari operasi senyap pada Senin sore itu.


Kasus ini menjadi sorotan tajam di Riau. Masyarakat menanti dengan campuran rasa kecewa dan penasaran, sebab nama Gubernur Abdul Wahid sebelumnya sempat dielu-elukan karena program pembangunan dan reformasi birokrasi yang ia gaungkan. Kini, citra itu diuji oleh proses hukum yang tengah bergulir.


Apakah Abdul Wahid akan ditetapkan sebagai tersangka, atau sekadar dimintai keterangan sebagai saksi? Jawabannya kini berada di tangan para penyidik KPK. Yang jelas, Selasa pagi itu akan tercatat dalam sejarah perjalanan hukum Riau, saat seorang gubernur dan sejumlah pejabat terbang dalam senyap menuju Jakarta, membawa tanda tanya besar tentang makna kekuasaan dan integritas.


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Drama Subuh di Pekanbaru: Gubernur Riau dan 7 Pejabat Diterbangkan KPK ke Jakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Pupuk Bersubsidi Dikorupsi, Enam Penyuluh Pertanian di Pelalawan Masuk Tahanan, Negara Rugi Rp34 Miliar
    02 Pagi Sunyi di Jalan Dewi Sartika Mandau, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rumahnya
    03 Belajar Rendah Hati Melayani Negeri, Pesan Afni Zulkifli untuk ASN Siak
    04 Dua Saudari, Satu Jalan Terakhir: Tragedi di Lintas Bangkinang–Pekanbaru
    05 OTT DJP Diguncang KPK: Negara Tegas Bersih-Bersih Pajak, Layanan Publik Tetap Jalan
    06 SpektrumID.com Resmi Mengudara dari Kantor Baru, Menegaskan Arah Baru Media Digital Riau
    07 ABK KM Makmur Jaya 89 Ditemukan Tewas di Perairan Muntai, Operasi SAR Diwarnai Cuaca Buruk dan Kapal Basarnas Kehabisan BBM
    08 Kembali ke Tanah Kelahiran, AKP Tony Armando Emban Amanah Kapolsek Rupat Utara
    09 Kapal Basarnas Kehabisan BBM Saat Operasi SAR, TNI AL Bengkalis Bersama Tim Gabungan Lakukan Evakuasi Dramatis
    10 KMP Sereia Domar Tiba di Bengkalis, Asa Baru Pelayanan Penyeberangan Roro
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - Riauline.com